Kementerian Keuangan mencatat masyarakat berpenghasilan sampai Rp1,8 juta per bulan paling terdampak mengalami penurunan pendapatan. Kelompok masyarakat miskin itu kehilangan 70 persen penghasilannya.

Menteri Keuangan Sri Mulani mengatakan, penghasilan yang turun dikarenakan adanya pandemi virus Corona membuat masyarakat miskin, rentan miskin, dan pekerja sektor informal merupakan masyarakat yang paling terdampak.

Data tersebut, menurutnya, hasil survei demografi Covid-19 yang dilakukan BPS (Badan Pusat Statistik). Dampak Covid-19 berpengaruh sampai pada level akar rumput, karena adanya pembatasan sosial.



"Sektor informal, UMKM langsung terdampak. Masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp1,8 juta terpengaruh, lebih dari 70% pendapatannya mengalami penurunan," jelas Sri Mulyani di ruang rapat Badan Anggaran DPR, Kamis (9/7/2020).

Sri Mulyani merinci, masyarakat dengan penghasilan Rp1,8-3 juta, sekitar 46,77 persen pendapatannya mengalami penurunan. Adapula masyarakat dengan pendapatan Rp3-4,8 juta, dimana 37,19 persen pendapatannya mengalami penurunan.

"Berdasarkan survei demografi, masyarakat dengan penghasilan Rp4,8 juta sampai Rp7,2 juta sebanyak 31,67 persen mengalami penurunan pendapatan. Dan masyarakat dengan pendapatan yang di atas Rp7,2 juta, sekitar 30,34 persen mengalami penurunan pendapatan," jelas dia.



Dia melanjutkan, langkah-langkah pemerintah dengan menambah bansos dari berbagai jalur terus dilakukan.

"Dari Kementerian Sosial, Dana Desa, Program kartu prakerja, semua tujuannya untuk mendukung dan memberi bantuan kepada masyarakat yang mengalami dampak penurunan pendapatan akibat covid," pungkasnya.