Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KS, Silmy Karim berjanji akan bekerja keras memperbaiki laba perseroan agar kembali berada di zona hijau. Namun demikian, Silmy mengakui pasar baja nasional masih terkontraksi hingga 70 persen pada kuartal II/2020 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Kalau kuartal II/2020 [tetap positif] hebat. Tapi, akumulasi semester I/2020, [atau] atas apa yang dicapai dari kuartal I/2020 ke kuartal II/2020, itu [pendapatan operasional] bisa positif," katanya dalam rapat dengan pendapat bersama Komisi VI DPR, Rabu (8/7/2020).

Silmy menjelaskan hal tersebut setelah para anggota DPR meragukan pembukuan KS yang positif pada kuartal I/2020. Pasalnya, laporan keuangan KS selama delapan tahun berturut-turut berada di zona merah.

Selain itu, tercatat volume penjualan perseroan pada kuartal I/2020 terkontraksi sekitar 3 persen secara tahunan. Silmy menjelaskan positifnya pendapatan operasional perseroan disebabkan oleh menurunnya biaya produksi akibat efisiensi.

Silmy menjabarkan pihaknya melakukan optimalisasi biaya di beberapa sektor seperti biaya tenaga kerja, mengurangi tenaga kerja outsource, memperpendek siklus kas, menurunkan biaya suku cadang, dan mengurangi biaya perlengkapan. "Jadi, penghematan ke operation excellence."

Silmy menyampaikan KS baru dapat melakukan penghematan tersebut pada kuartal I/2020 lantaran beberapa hal seperti penyelesaian perubahan kultur, penyelesaian perubahan organisasi, dan penyelesaian isu investasi blast furnace.

Meski begitu, anggota dewan tetap mempertanyakan lambatnya pelaksanaan strategi tersebut mengingat Silmy telah mengepalai KS sejak akhir kuartal III/2018.