PENDIRI rumah mode Italia, Dolce & Gabbana, meminta maaf kepada pelanggannya di China pada Jumat (23/11), menyusul postingan rasial yang semakin membesar dan mengakibatkan produknya ditarik dari platform e-commerce China.

Pernyataan maaf itu disampaikan dalam video berdurai 1 menit 30 detik yang diposting di platform media sosial Cina. "Keluarga kami selalu diajari untuk meminta maaf jika Anda memiliki kesalahan,” kata Dolce dalam bahasa Italia.

Gabbama menambahkan, "kami menyampaikan maaf kepada semua orang Tionghoa di seluruh dunia, kami menyampaikannya permintaan maaf ini dengan sangat serius.”

Video subtitle China - permintaan maaf kedua perusahaan diposting di Weibo, platform media sosial Twitter yang populer di mana mereka memiliki hampir satu juta pengikut.

Tahun ini sudah dua perusahaan asing yang meminta maaf karena menyinggung konsumen atau pihak berwenang China. Tahun ini sebelumnya, dialami pabrikan Mercedes-Benz Jerman. Waktu itu di akun Instagramnya yang dikutip oleh pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama, dianggap sebagai separatis oleh Beijing.

Kementerian Luar Negeri China menyambut permintaan maaf itu.

Di bawah tekanan Beijing, juga semakin banyak maskapai penerbangan internasional dan perusahaan mengedit situs web yang menyingung soal Taiwan yang disebut memerintah diri sendiri sebagai "Taiwan, Cina" atau "Cina Taipei".

Mereka membungkukkan kepala mereka yang berharga ke renminbi (yuan).

Bahkan pihak berwenang di China telah menutu portal Marriott selama seminggu akibat kuesionernya yang menyebut Taiwan, Tibet dan Hong Kong sebagai negara terpisah. Jaringan hotel ini meminta maaf dan mengubah kata-katanya di web.

Dolce & Gabbana sudah mengeluarkan permintaan maaf tertulis pada Weibo awal pekan ini setelah para selebritis China memboikot pertunjukan mode Dolce & Gabbana di Shanghai, yang terpaksa dibatalkan.

Kontroversi muncul setelah Dolca & Gabbana memposting klip pendek di Instagram yang menunjukkan seorang wanita China makan pizza, spaghetti dan cannoli dengan sumpit yang dianggap tidak peka secara kultural.

Menghilang

Meskipun sudah meminta maaf, produk rumah mode Italia tetap menghilang dari beberapa platform e-commerce China.

Juru bicara raksasa ritel Suning.com mengatakan menghapus semua produk Dolce & Gabbana setelah insiden itu. Merek itu juga tidak bisa dicari di raksasa ritel Taobao dan JD.com.

Kedua perusahaan tidak menanggapi permintaan untuk komentar.

Seorang pengunjuk rasa, Kamis (22/11), memplester etalase dengan screenshot yang diduga dari percakapan Gabbanna pada etalase toko Dolce & Gabbana di Shanghai.

"Komentar yang menghina Cina dari a perancang terkenal ddan merek terkenal internasional telah benar-benar merusak suasana hati kami," kata pengunjuk rasa Edward Gu, yang mengklaim bekerja untuk agen modeling dan bakat.

Mengacu pada pertunjukan yang dibatalkan, dia mengatakan banyak model, pabrikan dan humas dari seluruh dunia bekerja keras untuk itu tetapi sekarang ini telah menjadi "usaha sia-sia".

Pengguna media sosial China tak percaya pada permintaan maaf melalui  video yang mendapat lebih 100.000 komentar setelah tiga jam diposting itu. "Mereka membungkukkan kepala mereka yang berharga ke renminbi (yuan)," seorang pengguna Weibo berkomentar di pos permintaan maaf.