RUMAH mode kenamaan asal Italia, Dolce & Gabbana (D&G), tampaknya ingin tampil jenaka dengan sebuah iklannya untuk menyambut fashion show di Shanghai, minggu keempat November. Iklan yang muncul di Youtube itu menampilkan seorang model China yang kesulitan memakan spaghetti, pizza, dan cannolo dengan sumpit. Sang model cantik tampak malu namun tetap tersenyum dan cekikikan sepanjang iklan.

Sebaliknya bagi sebagian penonton. Iklan D&G tersebut dinilai cukup merendahkan orang China dan lebih menonjolkan superioritas Italia. Kritik pedas pun berhamburan di kolom komentar. Meski begitu, reaksi co-founder D&G, Stefano Gabbana, yang membuat masalah ini semakin meluas.

Ketika seorang wanita menanyakan ihwal iklan yang rasis tersebut melalui Instagram, Stefano menolak iklan tersebut dianggap rasis dan membalasnya dengan kalimat-kalimat menohok. Dalam screenshot percakapan pribadi itu, ia menyebut kata-kata seperti "You are not comfortable with the brain.” “So you are racist because you eat dogs?” "China Ignorant Dirty Smelling Mafia.”

Akibat iklan sumpit ini, pada 23 November, situs-situs e-commerce China bereaksi dengan cara menyingkirkan produk-produk D&G dari gerai online.

Screenshot percakapan yang terjadi pada 21 November lalu itu menyebar luas dan D&G pun menuai protes. Namun pihak D&G membela diri dengan menyatakan bahwa akun Stefano diretas. Pengacara mereka tengah menyelidik hal itu.

D&G meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengatakan, "Kami menghormati China dan orang China." D&G akhirnya membatalkan partisipasinya di fashion show Shanghai. 

Akibat iklan sumpit ini, pada 23 November, situs-situs e-commerce China bereaksi dengan cara menyingkirkan produk-produk D&G dari gerai online. Produk D&G tidak ditemukan di Kaola, Secoo, dan Yoox Net-A-Porter. Pencarian produk D&G di situs Alibaba Group dan JD.com tidak menghasilkan apa pun.

Belum jelas seberapa besar dampak kasus ini secara bisnis bagi D&G. Yang pasti, belanja konsumen China mencapai sepertiga dari total belanja barang mewah seluruh dunia. Dan orang China lebih menyukai belanja di pasar dalam negeri ketimbang di luar negeri. []