Ada banyak deretan nama yang masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia, termasuk di antaranya adalah pemimpin di berbagai negara yang ada di dunia.

Para pemimpin negara dan pemerintahan, entah itu yang mantan ataupun yang masih menjabat, memperoleh kekayaan dengan berbagai cara, mulai dari hasil bisnis dan investasi, atau bahkan dari kekuasaannya sejak memimpin negaranya.

Maka tak heran jika beberapa pemimpin negara di dunia bisa bergelimang harta, bahkan dihitung tidak akan habis sekalipun diturunkan kepada anak-cucunya. 

Namun hal itu tak berlaku bagi mantan presiden Uruguay, Jose Mujica. Boleh dibilang Mujica merupakan `presiden termiskin di dunia`.

Mujica menjabat sebagai presiden pada periode 1 Maret 2010 hingga 1 Maret 2015. Ia diupah hingga 12.000 dolar AS per bulan sebagai orang nomor satu di Uruguay. Namun upahnya sebagi presiden selalu ia sumbangkan sebesar 90 persen untuk amal.

Bagi mantan anggota kelompok pemberontak sayap kiri bersenjata Tupamaros pada 1960-an dan 70-an itu, uang dan jabatan tinggi bukanlah segalanya. Buktinya, saat menjabat sebagai presiden Mujica lebih memilih rumah pertanian ketimbang istana presiden.

Padahal sebenarnya, negara menyediakan hunian mewah di kompleks istana kepresidenan, yang berusia seratus tahun di distrik Prado tua.

Namun ia ingin menjauhkan diri dari perangkap kekuasaan, sehingga bersikeras untuk tinggal di tanah pertaniannya di pinggiran Montevideo, Ibu Kota Uruguay.



"Saya disebut 'presiden termiskin,' tetapi saya tidak merasa miskin. Orang miskin adalah mereka yang hanya bekerja untuk mempertahankan gaya hidup yang mahal, dan selalu menginginkan lebih dan lebih," kata dia.

"Jika Anda tidak memiliki banyak harta maka Anda tidak perlu bekerja seumur hidup seperti budak untuk menopangnya, dan karena itu Anda punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri," ujarnya.

Pada 2014, Jose Mujica menolak tawaran agar mobil Volkswagen Beetle warna biru tua keluaran tahun 1987, dijual. Padahal harganya ditawar hingga 1 juta dolar AS atau setara 14 miliar ketika itu.



Mujica mempertahankan kendaraan klasik itu karena tanpa mobil tersebut, ia tidak bisa mengangkut anjingnya yang berkaki tiga.

Setelah lima tahun memimpin negara Amerika Selatan yang berpenduduk 3,3 juta orang, tahun 2015, Jose Mujica meninggalkan warisan ke penerusnya, Tabare Vazquez, untuk membangun negeri.

"Masih banyak yang harus dilakukan, dan saya berharap pemerintah selanjutnya akan lebih baik daripada saya dan akan memiliki kesuksesan yang lebih besar," ujar Mujica.

Di bawah kepemimpinan Mujica, tahun 2013 Uruguay menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan ganja mulai dari penjualan, budidaya, dan distribusinya.

Upaya ini merupakan bagian dari usaha pemerintahan Uruguay menghentikan kekerasan akibat penggunaan obat bius. Administrasi Mujica bermaksud mengatur kebutuhan pasar yang sudah ada melalui jalur yang legitim, hingga sekarang.

Ia juga terkenal suka berbicara tanpa 'tedeng aling-aling' alias blak-blakan. Di PBB, dia mengatakan kepada para delegasi untuk berhenti bersikap boros.

Beberapa kalangan menyebutnya 'Nelson Mandela dari Amerika Latin'. Yang lain melihatnya sebagai tokoh liberal sosial yang inovatif, yang mendukung legalisasi perkawinan gay dan aborsi.

Mujica mengundurkan diri sebagai senator yang dijabatnya sejak tahun 2015, selepas menjadi presiden. Ia juga menolak uang pensiun sebagai senator.

Sesungguhnya, mandatnya sebagai senator berakhir tahun 2020, namun dia memutuskan hengkang lebih dini karena merasa "lelah setelah perjalanan karir yang panjang".