Kawasan industri di Batang, Jawa Tengah saat ini sedang digarap oleh sejumlah perusahaan BUMN. Pembangunan kawasan ini merupakan salah satu terobosan yang bakal dicapai BUMN jika pengerjaannya bisa tepat waktu.

Tantangan itulah yang dilontarkan Menteri BUMN Erick Thohir kepada seluruh jajaran BUMN yang terlibat dalam penggarapan proyek tersebut.

"Saya akan meminta para BUMN yang terlibat di Batang untuk serius karena ini bagian dari breakthrough (terobosan) kita," ujar Erick saat peluncuran logo baru Kementerian BUMN secara virtual, Rabu (1/7/2020).

Erick menegaskan, proyek tersebut wajib digarap serius karena pemerintah tetap memberi prioritas pada proyek infrastruktur yang mampu menambah daya saing nasional. Peningkatan daya saing diharapkan mampu membuat Indonesia tidak kalah dari para negara tetangga.

"Masa kita kalah peringkatnya dari Thailand, India, Vietnam, dan Kamboja, tidak bisa. Kita ini bangsa besar, kalau kita bersatu dalam proyek itu, bisa berjalan insya Allah," ujar Erick memberikan semangat.

Ke depan, Erick berharap kawasan ini akan mampu menampung tenaga kerja yang sangat banyak sebagaimana harapan Presiden Jokowi.

"Kekuatan kita (BUMN) sepertiga (dari total perekonomian nasional). Kita harus pastikan proyek strategis bukan bisnis, harus dijalankan," tuturnya.

Sebelumnya, Erick mengatakan kawasan industri di Batang akan menjadi salah satu sentra manufaktur di Pulau Jawa. Kawasan itu nantinya akan terintegrasi dengan kawasan industri di Cikarang, Jawa Barat dan Gresik, Jawa Timur.

Adapun lahan kawasan industri di Batang merupakan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX. Rencananya, pengembangan akan dilakukan dalam tiga tahap.

Tahap pertama akan membangun kawasan dengan luas 450 hektare (ha) lalu menyambungkannya dengan Jalan Tol Trans Jawa. Targetnya, tahap pertama selesai dalam enam bulan ke depan.