Di tengah pandemi masyarakat dihadapkan pada cara mencegah tertularnya penyakit akibat virus SARS-CoV-2. Tantangan yang dihadapi dalam mengkomunikasikan pesan pencegahan kepada masyarakat. 

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, komunikasi akan bisa mentransformasikan yang menjadi kepentingan dan kebutuhan dari komunikator atau yang memiliki konsep kepada penerima pesan.  

“Apabila konsep-konsep yang telah disusun dengan sangat baik tapi secara realita tidak bisa dipahami atau kurang bisa dimaknai oleh masyarakat berarti ada komunikasi yang kurang tepat,” lanjut Doni melalui ruang digital pada acara Dies Natalies Fikom Unpad, Rabu (1/7).

Doni Monardo yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berbagi cerita mengenai penanganan pandemi di tanah air. Ia menekankan pada keterlibatan pentaheliks, pemerintah, pakar atau akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media massa. Ia mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam penanggulangan bencana, seperti pada saat pandemi sekarang ini. 

Pada konteks tersebut, kemampuan berkomunikasi, seperti dalam menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, menjadi sangat penting. Di samping itu, para pakar komunikasi juga dibutuhkan untuk menarasikan pesan positif sehingga masyarakat dapat memahami dan ini menjadi perilaku dalam pencegahan COVID-19. 

“Ini adalah ilmunya komunikasi. Kalau hari ini kami tidak melibatkan, banyak pakar-pakar yang berhubung dengan masalah COVID, dan juga tidak memanfaatkan pakar komunikasi, mungkin juga susah,” ujar Doni. 

Doni mengatakan, kemampuan komunikasi dalam mentransformasikan apa yang ada pada masyarakat ini sangat penting. 

“Dan Alhamdulillah sejauh ini, walau pun masih ada sejumlah kekurangan-kekurangan, tetapi kita masih bisa melakukan pengendaliannya,” tutup Doni.