Di tengan pandemi Covid-19, progres pembangunan HMMI bisa sedikit di atas target yang ditetapkan sebesar 20%. Artinya, komitmen investor asal Negeri Gingseng untuk membangun pabrik di Indonesia, tidak main-main. Sejalan dengan itu, BKPM memastikan juga komitmennya dalam melakukan pengawalan investasi, di antaranya memfasilitasi perizinan, bahan baku, dan menangani persoalan lahan.

"Saya selalu berusaha menyelesaikan permasalahan investasi dengan tangan saya secara langsung. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Indonesia menjaga hubungan baik dengan investor dari Korea Selatan. Kami sudah mulai dampingi dari tanda tangan nota kesepahaman sampai dengan tinjau lokasi langsung. Presiden Jokowi juga sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Hyundai yang tetap merealisasikan investasi di tengah COVID-19 ini," kata Bahlil dalam keterangan di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Presiden Hyundai Asia Pacific, Lee Young Tack menyampaikan, saat ini, perkembangan pembangunan pabrik HMMI sudah 22%. Capaian ini melebihi target karena rencana konstruksi semestinya baru 20% pada tahap sekarang. "Kami berterima kasih atas bantuan pemerintah Indonesia, khususnya BKPM dalam memfasilitasi investasi kami di Indonesia. BKPM sangat mendorong kami untuk tetap beroperasi selama masa COVID-19 dan juga telah meminta kepada pemerintah daerah mendukung investasi Hyundai agar tetap berjalan. Pembangunan pabrik kami bisa melebihi target saat ini karena adanya bantuan yang diberikan oleh BKPM," kata Lee.

Selanjutnya, Hyundai akan mengimpor mesin-mesin produksi, serta mendatangkan tenaga ahli dari Korsel untuk pembangunan pabriknya. Untuk membantu Hyundai, BKPM terus melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul dan kementerian/lembaga terkait di Indonesia.

"Kami dibantu oleh BKPM untuk kemudahan proses rekomendasi visa dan izin impor mesin-mesin. Kami akan menjadwal ulang rencana 'groundbreaking' yang semula akan diadakan pada bulan April 2020, namun ditunda karena adanya pandemi COVID-19," kata Lee.

Informasi saja, PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) merupakan anak perusahaan Hyundai Motor Company yang akan memproduksi kendaraan roda empat di Kota Delta Mas, Cikarang Tengah, Jawa Barat, dengan nilai total rencana investasi mencapai US$1,55 miliar hingga 2030.

Rencananya, PT HMMI memulai produksi komersial pada akhir 2021, dengan kapasitas produksi 150.000 unit/tahun, atau dapat mencapai kapasitas produksi maksimal sebanyak 250.000 unit/tahun. Selain memasok pasar lokal Indonesia, PT HMMI juga akan mengekspor produk Hyundai ke kawasan ASEAN lainnya, termasuk Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina.