Kementerian BUMN dalam dua bulan terakhir gencar melakukan bongkar-pasang di jajaran komisaris dan direksi perusahaan pelat merah. Musim pergantian para bos BUMN kali ini cukup unik dan berbeda karena dilakukan di tengah wabah corona.

Menteri BUMN Erick Thohir juga melakukan sejumlah kejutan, antara lain merampingkan jumlah perusahaan maupun jumlah direksi, hingga merekrut anak muda sebagai bos BUMN. Dengan formasi baru, Erick menginginkan agar perusahaan BUMN lebih gesit dan lincah.

Sejauh ini, Erick telah melakukan perombakan di mayoritas BUMN terutama yang berkelas ‘A’ atau jumbo. Sebut saja, Pertamina, Telkom, PLN, Mandiri, BRI, Pelindo, hingga PTPN. Di antara jajaran direksi dan komisaris tersebut, terdapat sejumlah wajah baru selain sejumlah nama tepat dipertahankan atau dirotasi ke BUMN lain.

Di perusahaan BUMN kelas ‘B’, Menteri Erick juga telah melakukan reshuffle. Meskipun, tak seheboh pergantian jajaran petinggi di perusahaan kelas ‘A’. Misalnya saja, pergantian direksi di PT Kereta Api Indonesia (KAI), Taspen, maupun Garuda Indonesia.

Namun bila melihat data jumlah perusahaan BUMN yang hingga ratusan, masih banyak perusahaan pelat merah yang belum disentuh Erick. Sementara jika menyimak tradisi pergantian jajaran petinggi BUMN, musimnya bakal segera usai di akhir Juni. Atau paling lambat di awal Juli.

Sehingga dari sisi waktu, kini hanya tersisa beberapa hari lagi sebelum audisi bos BUMN resmi ditutup. Lantas, siapakah rombongan terakhir yang bakal dicuci gudang oleh Menteri Erick?