Pemerintah menempatkan dana di empat bank pelat merah yang merupakan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp 30 triliun. Ini yang akan dilakukan bank-bank pelat merah untuk percepat pemulihan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI pada Senin (29/6) mengatakan, bank Himbara telah menyampaikan informasi penggunaan dana tersebut untuk mendukung strategi bisnis perbankan dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi dan menggerakkan sektor rill.

"Jadi pemerintah akan melakukan evaluasi realisasi rencana strategi bisnis perbankan dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi. Bank Himbara minimal akan menyalurkan kredit tiga kali lipat dari penempatan dana tersebut," kata Sri Mulyani.

Keempat bank Himbara yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN akan menyalurkan pendanaan sebesar Rp 188,57 triliun dari penempatan dana pemerintah tersebut.

Sri Mulyani menjelaskan, Bank Mandiri memiliki target penyaluran dana sebesar Rp 21 triliun dengan fokus pada penyaluran kredit produktif, padat karya, ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional.

Penyaluran tersebut akan dilakukan sejumlah segmen. Bank Mandiri akan mengalokasikan ke segmen mikro dan KUR sebesar Rp 6 triliun yang difokuskan pada pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, jasa produksi, industri pengolahan, perdagangan, pariwisata serta sektor lain yang memberi dampak pada ketahanan pangan.

Lalu ke sektor mikro-KSM, Bank Mandiri mengalokasikan Rp 1 triliun dengan fokus pada pertanian/peternakan, pengolahan serta jasa dan perdagangan. Sebesar Rp 6 triliun ke segmen kecil dan menengah, Rp 4 triliun ke segmen komersial dan Rp 4 triliun ke segmen korporasi dengan fokus pada BUMN pupuk, transportasi dan logistik.

Adapun BRI akan mendukung rencana bisnis berupa ekspansi kredit UMKM 6 bulan ke depan senilai Rp122,50 triliun dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87% atau senilai Rp108,80 triliun. Ekspansi kredit UMKM akan difokuskan pada sektor non perdagangan senilai Rp71,32 triliun atau 58,21%.

Area penyaluran kredit UMKM BRI akan didominasi di daerah rural sebesar Rp 69,03 triliun atau 56,35% sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan.

BNI akan melaksanakan ekspansi kredit pada sektor riil untuk korporasi, usaha menengah dan kecil, serta consumer loan dalam 3 bulan ke depan senilai Rp15,04 triliun.

Sementara Bank BTN berencana menyalurkan kredit pada Juli hingga Desember 2020 senilai Rp 30,03 triliun, yang didominasi oleh penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) serta kredit lainnya di sektor perumahan.