Perusahaan farmasi China National Biotec Group (CNBG) yang berbasis di Beijing, mengumumkan, pihaknya telah mencapai hasil positif untuk kandidat vaksin Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 yang sedang dikembangkannya.

Dalam pernyataan resminya kepada Global Times, CNBG mengatakan, calon vaksin ini disebut telah terbukti efektif dan aman. Sebanyak 1.120 sukarelawan dalam uji klinis fase pertama dan kedua berhasil menunjukkan antibodi titer tinggi terhadap Corona COVID-19 setelah menerima dua dosis vaksin.

Percobaan klinis pertama dimulai pada 27 April 2020 di Shangqiu, Provinsi Henan, China bagian tengah dan dilakukan secara studi acak, tersamar ganda serta terkontrol plasebo.

CNBG yang bernaung pada China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) menambahkan bahwa pada tanggal 16 Juni kemarin, calon vaksin virus Corona lainnya yang diproduksi di Wuhan dapat memicu keamanan antibodi tinggi terhadap para peserta uji klinis pada fase pertama dan kedua.

Namun agar vaksin COVID-19 ini aman untuk dijual tinggal melakukan salah satu tahapan akhirnya harus dibuktikan keefektifannya pada tes manusia di fase ketiga.

Pada 23 Juni, CNBG mengumumkan bahwa mereka setuju dengan otoritas Uni Emirat Arab untuk memulai fase ketiga. Namun, CNBG tidak menjelaskan vaksin mana yang akan terlibat.

Para ahli mengatakan, jika uji coba ke manusia berjalan dengan baik di luar China maka uji klinis fase ketiga akan ditutup bulan Agustus 2020 diiringi dengan pengamatan medis pada bulan September 2020.

Kemudian, pada Oktober 2020, semua data terkait vaksin tersebut harus secepatnya diungkap. Setelah itu, vaksin ini bisa dapat disetujui untuk dipasarkan jika menunjukkan hasil positif pada data di bulan Oktober.