Isu keberadaan mafia migas seakan tidak ada habisnya terutama setelah Basuki Tjahja Purnama alias Ahok diangkat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) pada akhir 2019 lalu. Sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal tegas dan pemberani, Ahok diyakini tidak akan kesulitan memberantas mafia migas.

Enam bulan menjabat, Ahok mengumumkan kalau ia sudah mengetahui modus dan trik mafia migas mempermainkan minyak dan BBM. Namun yang lebih penting lagi, Ahok juga sudah tahu siapa saja yang terlibat dalam pusaran mafia migas. Siapa?

"Itu (mafia migas) kan cuma istilah. Menurut saya itu oknum di dalam. Banyak sekali kontrak nggak dibuat jangka panjang. Padahal kan, sebagai konsumen besar bangsa Indonesia, seharusnya kita bargaining gitu," ujar Ahok dalam acara bincang-bincang bersama Andy F Noya, dikutip Minggu (28/6/2020).

Ahok menjabarkan, salah satu trik mafia migas memburu rente adalah dengan memoles perjanjian kontrak impor migas menjadi kontrak yang pendek. Menurut Ahok, seharusnya Pertamina bisa menekan para importir untuk membuat kontrak jangka panjang dan harga murah. 

Faktanya selama ini, Ahok menilai Pertamina mengimpor migas dengan mahal dan menjual terlalu murah sehingga prinsip ekonomi tidak bisa berjalan.

"Saya bisa neken dong supplier pemasok saya bisa minta jangka panjang kontaknya, dan harga lebih murah. Kita selama ini beli yang mahal jual murah, nggak sesuai prinsip ekonomi, ini terbalik," ungkap Ahok.

Namun uniknya, Ahok tampaknya telah meninggalkan ‘gaya koboi’ yang selama ini melekat padanya. Terbukti, Ahok selama menjabat Komut Pertamina sama sekali tidak pernah berkomentar galak atau kasar. Meski tetap 'menggigit', Ahok memilih ‘main cantik’ membereskan masalah Pertamina tanpa kegaduhan berarti.

Caranya, Ahok mendorong direksi Pertamina untuk secepatnya melakukan restrukturisasi perusahaan dengan membentuk subholding sebagai syarat untuk bisa melantai di bursa efek. Dengan begitu, Ahok berharap semua pihak bisa membeli saham anak usaha Pertamina yang sekaligus berhak mengawasi kinerja perusahaan secara terbuka.

"Maka kita selesaikan restrukturisasi. Kita turunkan ke subholding kita harapkan rakyat, pegawai, Pertamina, bisa beli sahamnya kemudian kita pelototin," papar Ahok.

Sebelumnya, perintah restrukturisasi tersebut datang dari Menteri BUMN Erick Thohir kepada Dirut Pertamina Nicke Widyawati. Salah satu strategi Erick membantu Nicke adalah dengan menunjuk Iman Rachman menjadi Direktur Strategi Portofolio and New Ventures. Iman sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA.

"Ke depan kita akan banyak restrukturisasi dan subholding harus go public dalam dua tahun. Saya rasa, Pak Iman sudah ahli di PPA," jelas Erick.

Saat ini, Pertamina merupakan holding BUMN sektor migas. Pertamina menaungi empat subholding, yaitu subholding upstream (hulu), pengolahan, pemasaran, dan gas. Salah satu yang telah melantai di bursa adalah subholding gas yakni PT PGN Tbk.