Sebagai perusahaan yang patuh hukum, PT Bulawan Daya Lestari (BDL) resmi menghentikan kegiatan pertambangan emas di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut). 

Operasi tambang emas yang mampu memproduksi emas hingga 10 kg per minggu ini wajib berhenti untuk sementara setelah izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) atas nama BDL sudah berakhir sejak 10 Maret 2019.

Dirut PT BDL Hadi Pandunata mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mengurus perpanjangan IUP-OP perusahaannya di Kementerian ESDM, Jakarta.

“Kami sedang mengusahakan perpanjangan izinnya dari ESDM, kalau IUP-OP sudah kembali diperpanjang, barulah kegiatan penambangan dimulai lagi,” ujar Hadi dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Selain mengurus perpanjangan IUP-OP, pihak BDL juga tengah mengurus perpanjangan izin pinjam pakai kawasan hutan seluas 99,06 hektar dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta. 

Sebelumnya, BDL memperoleh izin pinjam pakai kawasan hutan pada 3 Juli 2017 yang masa berlakunya adalah sampai 10 Maret 2019. 

“Kami juga berharap izin pinjam pakai kawasan hutan ini bisa segera disetujui BKPM atas nama Menteri Kehutanan RI,” tambah Hadi.

Hadi kembali menekankan, dengan habisnya IUP-OP dan izin pinjam pakai kawasan hutan, otomatis seluruh kegiatan BDL wajib berstatus 'lockdown' atau dihentikan demi hukum.

“Kalau masih ada aktivitas penambangan emas di BDL saat ini, itu bisa dipastikan ilegal karena tidak punya izin sama sekali,” tegas Hadi.