Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari bercerita tentang seluk-beluk bagaimana sulitnya memberantas narkoba di Indonesia. Dari harus berhadapan dengan gembong narkoba dalam negeri, aparat juga tak jarang dihadang pemain narkoba internasional. 

Bahkan, Jenderal Arman pernah mengalami pengalaman menegangkan di tengah laut ketika menghadapi perompak asal Somalia. Cerita ini dibagikan Arman saat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI 2020) yang jatuh pada Jumat (27/6/2020). 

“Pernah suatu kali kita melakukan operasi di laut, setelah kita tangkap ada orang Somalia yang terkenal perampok di negaranya, sempat merebut senjata kita. Senjata Styer, senjata tempur. Salah satu senjata yang paling canggih di dunia,”ujar Arman di podcast milik Deddy Corbuzier, Sabtu (27/6/2020).

Salah satu yang berkesan adalah ketika Arman dan anak buahnya ingin menangkap sindikat narkoba internasional di tengah laut. Tak disangka, seorang gembong narkoba merebut senapan serbu Styer milik anggotanya.

Tanpa menunggu lama, pelaku langsung senjata itu mengarahkan ke semua anggota. Bahkan, pelaku tak segan menarik pelatuk senjata dan menembakkannya. Entah kenapa, senjata itu gagal memuntahkan peluru.

“Senjata itu diarahkan ke kita tapi tidak meledak dan pelatuknya juga ditarik. Saya enggak tau senjata itu macet apa tidak. Tapi setelah kita cek, senjata itu tidak macet dan tidak meledak,” ujar Alumni Akpol 1985 ini.