Guernica dapat dikatakan sebagai karya Picasso yang paling terkenal. Guernica juga mewakili pernyataan politik dari Picasso. Tidak mengherankan, dikarenakan lukisan ini dibuat sebagai reaksi terhadap peristiwa pemboman Nazi yang menghancurkan kita di Guernica, Basque pada saat Perang Saudara Spanyol.

Guernica menggambarkan tragedi perang dan penderitaan yang ditimbulkan khususnya kepada warga sipil yang tidak bersalah. Karya ini menjadi monumen pengingat abadi akan tragedi perang, simbol anti-perang, dan perwujudan perdamaian.


Benteng Perang Saudara Spanyol (sumber:Pixabay)

Guernica dipamerkan ke seluruh Dunia melalui sebuah tur singkat dan segera menjadi terkenal dan diakui secara luas. Tur ini juga membuat Perang Saudara Spanyol menjadi perhatian dunia.

Karya ini dipandang sebagai penggabungan gaya pastoral dan epik. Pengurangan warna memperkuat drama dan menghasilkan kualitas karya yang serupa dengan foto.

Guernica menggunakan warna biru, hitam, dan putih dengan tinggi 3,5 meter dan lebar 7,8 meter. Dengan canvas berukuran mural dan dilukis dengan cat minyak. Lukisan ini bisa dilihat di Museo Reina Sofia di Madrid.

Interpretasi Guernica sangat bervariasi, dan saling bertentangan antara satu dan lainnya. Misalnya pada kedua elemen dominan: banteng dan kuda.

Sejarawan seni, Patricia Failing mengatakan, "Banteng dan kuda adalah karakter penting dalam budaya Spanyol. Picasso sendiri tentu saja menggunakan karakter ini dalam peran yang berbeda dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan menafsirkan makna spesifik banteng dan kuda menjadi sulit.