Dilihat dari penampilanya Bir Jawa atau sebagian orang menamainya dengan Bir Pletok, mirip dengan bir bir beralkohol pada umumnya dengan warna kuning bening dan ada buih buih udaranya.

Namun jangan salah sangka dulu,  Bir Jawa adalah sebutan untuk minuman khas Yogyakarta, terbuat dari beragam rempah, yaitu serai, kulit kayu secang, mesoyi, kayu manis, kapulaga, jeruk nipis, cengkeh, dan jahe. Warna kuning kemerahan pada bir Jawa didapat dari jeruk nipis dan kayu secang.

Walaupun bernama bir, tetapi minuman ini tidak mengandung alkohol, sehingga tidak memabukkan. Bir Jawa dipercaya mempunyai manfaat kesehatan bagi tubuh seperti mengatasi rasa capek, masuk angin, dan tentunya menghangatkan badan.

Cara membuat bir Jawa ini tergolong mudah. Rempah direbus, kemudian airnya disaring. Setelah ditakar dalam gelas, diberi jeruk nipis lalu dikocok sampai mengeluarkan buih. Minuman ini dapat disajikan dingin maupun hangat.

Menurut sejarah Bir Jawa awalnya merupakan minuman khas keluarga Keraton Yogyakarta. Diciptakan pada masa Sultan Hamengkubuwono VIII.
 
Saat itu, sultan minum bir Jawa untuk menemani orang Belanda yang merupakan tamunya minum bir beralkohol. Sultan tidak minum alkohol, sehingga terciptalah bir Jawa yang tampilannya seperti bir orang Belanda. 

Walaupun dulu bir Jawa dikonsumsi di kalangan keluarga keraton saja, kini semua orang dapat menikmati minuman tradisional tersebut.