Counterpoint Research Institute menerbitkan sebuah artikel pada hari Rabu, 3 Juni 2020, terkait studi riset penjualan smartphone pada kuartal pertama 2020.

Dalam studi terbaru dari Counterpoint Research Institute ini, pasar ponsel cerdas di Prancis menunjukkan pertumbuhan negatif -9% , kemudian -13% di Jerman dan -21% di Italia. Perbedaannya tidak terlalu mengejutkan, tetapi penurunannya tetap di atas rata-rata Eropa yaitu sekitar -7%.


Foto: Counterpoint Research Institute

3 produsen smartphone teratas tetap mempertahankan posisi masing-masing di pasar Eropa, dengan Samsung berada di posisi teratas, disusul oleh Apple dan Huawei.

Akan tetapi di Prancis, posisi Huawei digeser oleh Xiaomi yang menggantikan mereka di tempat ketiga, . Menurut Peter Richardson, yang ikut memimpin penelitian Counterpoint, "Huawei mengalami penurunan 43% pada kuartal pertama tahun 2020 dibandingkan dengan tahun lalu ketika sanksi AS berlanjut."

"Xiaomi mendapat banyak keuntungan dari penurunan Huawei dengan mencapai pertumbuhan 145% pada Q1 2020 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019, meraih 11% pangsa pasar (13% di Prancis)." Xiaomi tetap menjadi satu-satunya produsen yang mencatat pertumbuhan positif yang signifikan pada Q1 2020.

Penurunan keseluruhan -7% dalam pertumbuhan pasar ponsel di tingkat Eropa ini merupakan "penurunan tahun-ke-tahun" atau penurunan YoY, ketika seseorang membandingkan hasil di Q1 2020 dengan yang di Q1 2019. Kuartal pertama secara tradisional umumnya menjadi periode tenang bagi pasar, sehingga penurunan ini merupakan suatu hal yang cukup signifikan.

Namun, wabah Covid-19 telah secara serius memperburuk fenomena ini. Jika Anda membandingkan angka-angka dari Q1 2020 dengan Q4 2019, periode sebelum krisis pandemik dan penghentian rantai produksi serta penutupan toko, penurunannya bukan hanya -7% tetapi -23%.yang lebih dari tiga kali lipat.