Mulai tahun depan, aparatur sipil negara (ASN) alias PNS harus bersiap-siap menyisihkan sebagian gajinya. Tapi PNS jangan mengeluh dulu karena dana tersebut akan digunakan untuk kepentingan bersama. Maka mulai 2021 nanti, pemerintah akan memungut iuran sebesar 3% dari besaran gaji untuk digunakan sebagai Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi.

Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan Tapera bakal menghimpun dana para pegawai secara bertahap. Sebagai langkah awal, dia bakal membangun badan yang kredibel, serta mengawal pengalihan Taperum PNS ke BP Tapera, sebagaimana Keppres No 14/1993 dan Keppres 46/1994.

"Kami mendapat amanah sesuai UU adalah bertugas menghimpun dana murah jangka panjang yang layak dan terjangkau, dan untuk mewujudkan mimpi rumah pertama. Jadi kami bangun kredibilitas badan dan kemudian fokus ke ASN yang dulu peserta Taperum. Di 2021 kita mengawal pengalihan program FLPP bersatu ke dalam BP Tapera. Ini fokus kami 2 tahun pertama," ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (5/6/2020).

Setelah ASN, lanjut Adi, BP Tapera akan memperluas penarikan iuran menuju BUMN, BUMD, TNI dan Polri. Rencananya langkah ini akan dilakukan pada 2022 dan 2023 mendatang.

Adapun untuk pihak swasta ditargetkan bisa mulai dilakukan paling lambat 7 tahun setelah PP diterbitkan. Namun, langkah tersebut bisa dilakukan saat institusi ini sudah mendapatkan kepercayaan.

"Segmentasi beralih ke BUMN, BUMD, BUMdes dan TNI Polri, kemudian pengembangan layanan Tapera melalui aplikasi digital platform," jelasnya.

Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera Eko Arianto menambahkan, salah satu asas pengelolaan dana Tapera adalah gotong royong. Oleh karena itu, program ini merupakan pengembangan dari program Tapera yang melengkapi Sistem Jaminan Sosial Nasional.  

"Maka azaz gotong royong ini jadi pilar landasan beroperasinya BP Tapera. Yang menjadi peserta program Tapera adalah seluruh pekerja yang ada di Indonesia. Dan sifatnya sudah disampaikan ini adalah tabungan wajib. Jadi seluruh pekerja, baik pekerja yang dipekerjakan atau pekerja penerima upah dan pekerja mandiri," jelasnya.