34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra di daerah kompak meminta Prabowo Subianto kembali menjadi ketua umum untuk periode 2020-2025. Kepastian itu terungkap dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) secara virtual pada Kamis (4/6/2020).

"Tiga puluh empat DPD yang membawa aspirasi seluruh Dewan Pimpinan Cabang seluruh Indonesia meminta kembali Prabowo Subianto menjadi Ketum Gerindra 2020-2025," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad melalui pesan suara kepada wartawan, Jumat (5/6/2020).

Dasco menjelaskan, permintaan itu dengan pertimbangan Gerindra masih memerlukan figur perekat, pengayom, dan pemimpin perjuangan partai ke depan.

Apalagi, di tengah-tengah munculnya ide untuk menaikkan parliamentary threeshold dalam Pemilu 2024 serta menyongsong pilkada serentak 2020.

Sejumlah partai memang mengusulkan parliamentary threeshold atau ambang batas parlemen dinaikkan dari 4 persen menjadi 5 persen untuk Dewan Perwakilan Rakyat. Bahkan ada yang mengusulkan menjadi 7 persen. Adapun pilkada serentak akan digelar 9 Desember 2020 di 270 wilayah.

"Seluruh komponen pimpinan daerah Partai Gerindra meminta kembali Pak Prabowo memimpin perjuangan tersebut," ujar Dasco.

Prabowo, kata Dasco, menerima permintaan tersebut. "Pak Prabowo menerima sebagai sesuatu yang dianggap perintah partai."

Rapimnas virtual itu digelar mulai pukul 19.00 hingga 01.30 dini hari. Kesepakatannya, kata Dasco, rapimnas Gerindra akan dilanjutkan dengan kongres yang akan dijadwalkan belakangan.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menerima permintaan para kader yang meminta dia kembali memimpin partai untuk periode 2020-2025.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumatra Barat, Andre Rosiade, mengatakan mereka kompak meminta Prabowo kembali memimpin lantaran figurnya dianggap bisa menyatukan dan memotivasi.

Menurut Andre, Prabowo menerima sekaligus menyerahkan hal itu kepada mekanisme partai.

"Beliau bilang, beliau tentu sebagai patriot dan pejuang tidak mungkin mundur kalau ada kepercayaan," ujar Andre secara terpisah.

Peluang Sandiaga Uno

Sebelumnya, Wakil Ketua Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno blak-blakan soal pemilihan Ketua Umum Partai Gerindra pasca Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan dan menjadi menteri.

Menurut Sandi, tidak ada lagi diskusi soal itu. Sebab, Prabowo telah meminta dukungan kepadanya untuk maju kembali menjadi Ketum Partai Gerindra periode berikutnya.

Pernyataan Sandi ini terdapat dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Ahli hukum tata negara, Refly Harun pada Minggu (17/5/2020).

Awalnya Refly bertanya, "Bung, sebentar lagi itu pemilihan ketua umum Gerindra. Bung kan sekarang wakil ketua umum. One step ahead menjadi ketua umum."

"Pak Prabowo kan sibuk di Menteri Pertahanan, Bung Sandi sudah digosok-gosok itu untuk maju jadi ketua umum?" tanya Refly.

Sandi mengaku telah banyak berbicara dengan Prabowo tentang urusan partai sejak masa Pilpres.

Kemudian beberapa bulan yang lalu, Prabowo juga menyatakan diri akan maju kembali menjadi Ketum Gerindra dan minta dukungan Sandiaga.

"Sekitar bulan Januari akhir atau Februari awal beliau ngajak ngomong berdua dan menyampaikan bahwa beliau akan maju kembali menjadi Ketua Umum Gerindra di kongres yang akan datang," kata Sandi.

Rencananya kongres Partai Gerindra digelar sebelum lebaran tahun ini. Namun karena ada pandemi Covid-19 kongres menjadi mundur, kata Sandiaga Uno.

"Dia (Prabowo--red) minta saya terus membantu. Saya mendukung," ujarnya.

Apabila Prabowo meneruskan menjadi Ketum Gerindra, menurut Sandi ada elemen kepastian yang didapatkan.

"Dengan dia maju, selesai, sudah ada kepastian siapa yang akan memimpin Gerindra. Enggak ada pembicaraan lagi. Jadi, there is no more discussion," kata Sandi.

Menurut Sandi, pada saat Prabowo menyatakan akan maju sebagai Ketua Umum Gerindra kepada dirinya, itu hanya sebatas percakapan yang sederhana.

"Dia menyatakan akan maju dan dia minta saya mendukung tentunya saya sampaikan komitmen saya mendukung beliau. Saya sampaikan pandangan saya bahwa keputusan ini adalah keputusan tepat," ujar Sandi.