Meski telah meminta maaf atas komentar kontroversi yang melecehkan aksi protes Black Lives Matter. Namun, Miss Universe Malaysia 2017, Samantha Katie James masih terus menjadi sorotan.

Samantha Katie James, telah disorot dunia internasional usai membuat pernyataan bernada rasis di Instagram storynya pada Senin lalu (01/06/2020).

Di akun pribadinya @samanthakayty, ia mengatakan bahwa orang Afrika-Amerika “memilih untuk dilahirkan sebagai orang kulit berwarna”.

Ia juga menyebut pada orang kulit hitam yang meminta "harus santai dan menganggap peristiwa ini sebagai tantangan". 

Ia berlanjut untuk menulis pada Instagram storynya bahwa, "Anda memilih untuk dilahirkan sebagai orang 'kulit berwarna' di Amerika karena suatu alasan. Demi mempelajari sesuatu. Terimalah itu apa adanya, sampai sekarang kelaparan dan kemiskinan masih ada. Begitulah adanya. Itu bisa tidak bisa dihindari. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah tetap tenang, lindungi hati, jangan biarkan remuk. Itu tanggung jawabmu." 

Pernyataannya itu membuatnya dihujani kritik dari ribuan warganet dari seluruh dunia. Sedikitnya 60 ribu komentar telah ditinggalkan oleh warganet di akun Instagramnya.

Terbaru, muncul petisi yang meminta agar mahkota dan gelar Miss Universe dicabut dari gadis berusia 25 tahun itu.

Hingga Rabu (03/06/2020), sudah lebih dari 21.000 orang yang menandatangani petis di Change.org untuk melepas mahkota dan gelar Miss Universe yang disandang James.

Dalam petisi itu disebutkan James tak layak mewakil Malysia di ajang dunia itu dan dia tak pantas berkomentar yang mengundang kemarahan warga Amerika yang sedang berjuang menuntut keadilan atas kematian George Floyd.

"Ketidaktahuannya dan kurangnya kesadaran diri dan hak istimewa tidak mencerminkan gelar Miss Universe Malaysia dan dengan petisi ini kami berharap ia akan kehilangan gelarnya," seperti tertulis di petisi itu.

Petisi itu dimutakhirkan dengan posting pernyataan Miss Universe Malaysia Organization (MUMO) di mana MUMO menjauhkan diri dari James dan ucapannya.

MUMO menegaskan bahwa dia belum mewakili organisasi sejak Juni 2018. Namun, petisi itu mengatakan jawaban pendiri MUMO tidak memuaskan"dan mengatakan tindakan lebih lanjut harus diambil terhadap James jika organisasi itu benar-benar 'anti-rasis'.

"Jika mereka mengutuk keras semua tindakan rasisme dan prasangka, mereka akan mencopot mahkota dan gelarnya. Melucuti mahkota dan gelar James akan menjadi contoh bahwa organisasi Anda tidak akan mentolerir segala bentuk prasangka baik pemenang masa lalu, sekarang atau masa depan," kata petisi.



Sementara Samantha sendiri telah mengunggah permintaan maaf melalui Instagram atas pernyataannya yang telah menimbulkan keresahan publik. 

"Aku mendengarmu, maaf, aku tahu kamu terluka. Aku tahu ini tidak adil. Aku tidak dalam posisimu untuk memahami ini sepenuhnya," tulisnya di Instagram.

"Saya mengerti banyak orang telah berbagi bahwa saya bisa mengutarakan konten saya secara berbeda, dan saya menerima bahwa saya bertanggung jawab atas kata-kata saya. Saya akan memastikan ke depannya untuk mengartikulasikan pendapat saya dengan cara yang lebih tepat."

"Selanjutnya, kalian meminta saya untuk menjelaskan apa yang saya maksud dengan 'orang kulit hitam memilih untuk menjadi kulit hitam' adalah bahwa sepanjang perjalanan saya, saya telah belajar bahwa kita lebih dari sekedar tubuh fisik sementara, seperti avatar, hanya setitik kecil dari debu di alam semesta tak terbatas yang luas ini, kita cenderung mengabaikannya dari waktu ke waktu. 

"Dalam proses kita menuju evolusi sebagai manusia, di bumi. Kita memilih tubuh kita, keluarga kita, tempat lahir kita, nama kita, dan pelajaran kita dari jalan yang kita ambil secara khusus untuk kita," jelas Samantha menanggapi kritikan warganet.