Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah bahwa Ibukota Jawa Timur, Surabaya kini sudah menjadi zona hitam akibat massifnya sebaran Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 di sana.

Menurut Khofifah, peta sebaran pasien COVID-19 di Surabaya bukan berwarna hitam, namun merah tua. Pernyataan Khofifah tersebut didasarkan pada laporan jumlah pasien yang di atas 2.000.

Diketahui berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Selasa (02/06/2020), penyebaran COVID-19 di Provinsi Jawa Timur masih meluas. Bahkan, terjadi pertambahan kasus 213 orang sehingga kasus kumulatif berjumlah 5.132 orang.

Surabaya sendiri menurut data infocovid19.jatimprov.go.id terdapat 2.748 kasus konfirmasi positif Covid-19, 2.195 orang masih dalam perawatan, 300 sembuh dan 253 orang dinyatakan meninggal dunia.

"Kemudian ada yang tanya, itu (di peta) kok ada yang hitam. Itu bukan hitam tapi merah tua. Seperti Sidoarjo yang angka kasusnya 500 sekian merah sekali, kalau angkanya dua ribu sekian (seperti di Surabaya) merah tua," katanya kepada wartawan, Rabu, (03/06/2020).