Kepastian ojek online (ojol) untuk mengangkut penumpang selama new normal menjadi pertanyaan banyak pihak.

Sampai saat ini, pemerintah belum memastikan apakah ojol dapat mengangkut penumpang atau tidak selama penerapan new normal.

Terkait hal itu, anggota Komisi V DPR RI, Ahmad Syaikhu meminta pemerintah untuk segera mengizinkan ojol membawa penumpang dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

"Ojol menjadi salah satu profesi yang harus diperhatikan terkait rencana new normal. Ojol harus dibolehkan bawa penumpang. Tapi dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19," kata Syaikhu, Selasa (02/06/2020).

Ia pun mendesak pemerintah untuk membuat aturannya. Dengan demikian, saat new normal dilaksanakan nanti sudah jelas pijakannya. "Aturan mainnya harus segera dibuat. Agar, saat pelaksanaan tidak simpang-siur," kata politisi dari Fraksi PKS ini.

Syaikhu menyambut baik salah satu gagasan penumpang membawa helm sendiri sebagai bentuk protokol pengangkutan penumpang dalam era New Normal.

"Gagasan yang bagus membawa helm sendiri. Tidak boleh menggunakan helm bekas penumpang lain. Lebih baik lagi kalau membawa hand sanitizer (naik dan turun motor cuci tangan), dan melakukan pembayaran secara non-tunai," kata legislator dapil Jawa Barat VII tersebut.

"Untuk memastikan berjalannya aturan baru itu, maka harus didukung pula dengan pengenaan sanksi yang disertai dengan kesiapan aparat menegakkan aturan tersebut. Ada aturan maka perlu ada sanksi. Sehingga, penerapan aturan akan maksimal di lapangan," ucap Syaikhu.

Di sisi lain, Syaikhu mengungkapkan, bagi daerah yang masih diwajibkan melaksanakan PSBB maka masih berlaku Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019. Ojol hanya dapat melakukan kegiatan pengantaran barang.

"Sebab berdasarkan aturan ini pada daerah dengan kondisi PSBB, maka moda transportasi baik umum maupun pribadi dibatasi dengan memperhatikan jumlah penumpang dan menjaga jarak antar penumpang. Sehingga, tidak memungkinkan bagi ojol untuk membawa penumpang," kata Syaikhu.