Peringatan Hari Lahir ke-75 Pancasila merupakan momentum tepat untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19).

"Saat ini, Indonesia sedang dihadapkan bencana pandemi Covid-19. Apa yang diupayakan Bung Karno pada masa lalu mengenai Konsep Gotong Royong yang merupakan salah satu intisari nilai Pancasila dapat dijadikan role model, baik untuk Pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi Covid-19," kata Wakil Ketua DPR RI, M. Azis Syamsuddin dalam keterangan pers.

Menurutnya, gotong royong bisa jadi salah satu upaya untuk keluar dari bencana Covid-19. Terlebih gotong royong merupakan paham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan.

"Gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota yang terhormat 'Soekardjo' satu karyo, satu gawe," kata Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) tersebut.

Lebih jauh ia memaparkan, Bung Karno menilai bahwa Pancasila bila diperas menjadi satu adalah gotong royong. Serta, setiap sila dalam Pancasila adalah nilai yang memiliki kedudukan yang sama fundamentalnya.

Karena itu, dalam konsep Lambang Negara Garuda Pancasila, simbol Pancasila dibuat melingkar dengan Ketuhanan Yang Maha Esa yang disimbolkan dengan cahaya sebagai intinya.

"Bung Karno mengatakan ‘Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan Gotong Royong. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah Negara Gotong Royong, alangkah hebatnya, Negara Gotong Royong'," kata politisi Fraksi Partai Golkar itu, mengutip perkataan presiden pertama RI.

"Dengan semangat Pancasila dan gotong royong, Bangsa Indonesia akan segera keluar dari bencana yang saat ini kita hadapi dan keluar dengan selamat," tutup legislator dapil Lampung II itu.