Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pekalongan melakukan uji swab terhadap 15 orang warga Kota Pekalongan, dan satu orang pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Batang. Sebelumnya, sampel darah mereka menunjukkan hasil reaktif usai rapid test di Pasar Banyurip, dan swalayan Superindo.

Wali Kota Pekalongan, Saelany menjelaskan, berdasarkan hasil rapid test yang dilaksanakan di Pasar Banyurip dan Swalayan Superindo, terdapat 20 orang reaktif. Dari 20 orang tersebut, sebanyak 16 orang yang tercatat sebagai warga Kota Pekalongan, diwajibkan untuk menjalani swab test di RSUD Bendan Kota Pekalongan pada Jumat (29/5/2020).

“Jumlah yang di-swab ada 16 (orang). Lainnya kami serahkan ke daerah masing-masing untuk dilakukan tes swab juga,” jelas Wali Kota Saelany saat ditemui di kantornya.

Selain kedua pusat perbelanjaan tersebut, rapid test juga diselenggarakan di Hypermart, Pasar Grogolan, dan Malala.

“Di Malala, dan Hypermart negatif, sedangkan di Pasar Grogolan ada dua sampel reaktif, satu warga Kota Pekalongan dan satu warga Kabupaten Batang. Kemudian satu orang yang reaktif di Pasar Grogolan sudah di-swab dan hasilnya negatif,” terang Saelany.

Kegiatan _rapid diagnose test_ (RDT) tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Tengah kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah beberapa hari lalu. Wali Kota Saelany bahkan berencana melakukan RDT di tempat-tempat ibadah.

“Saya berpikiran bahwa untuk mushola, dan masjid yang selama ini melaksanakan (salat) berjemaah juga bisa dilaksanakan rapid test di sana. Kendati demikian, saya tetap berharap hasilnya semua negatif,” pungkas wali kota.

Pasar Banyuurip Ditutup

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Banyurip, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jumat (29/5/2020). Selama penyemprotan, pasar ditutup dan seluruh aktivitas perdagangan ditiadakan. Pasar dibuka kembali pada Sabtu (30/5/2020).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Saminta mengungkapkan, penyemprotan disinfektan merupakan tindak lanjut dari hasil rapid test di Pasar Banyurip beberapa waktu lalu. Tes cepat tersebut menunjukkan 10 orang reaktif Covid-19.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat belum mematuhi imbauan pencegahan Covid-19. Kali ini kami baru menangani pasar dan menunggu arahan dari Gugus Tugas Covid-19 di Kota Pekalongan,” tutur Saminta.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Dody Setiawan menambahkan, penyemprotan cairan suci hama di Pasar Banyurip itu merupakan upaya pencegahan terhadap penyebaran virus Corona.

“Pasar Banyurip letaknya di perbatasan, sehingga banyak juga pembeli yang datang, bukan hanya masyarakat Kota Pekalongan bahkan dari Kabupaten Pekalongan. Kami sudah memberikan imbauan untuk menggunakan masker, fasilitas tempat cuci tangan dan sabun juga sudah disediakan. Mungkin masyarakat yang belum mengindahkan imbauan ini,” katanya.

Dody berharap, tindakan disinfeksi dapat dilaksanakan di pasar tradisional lainnya. Ia juga meminta para pedagang dan pembeli, agar disiplin menggunakan masker dan cuci tangan pakai sabun.