Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah meminta Pemerintah mempertimbangkan beberapa hal untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para siswanya dari virus Corona atau Covid-19, sebelum sekolah dibuka kembali.

Mengingat tingkat resiko penularan Covid-19 di daerah berbeda-beda, Ferdiansyah meminta proses belajar mengajar di sekolah dilakukan secara bertahap.

"Menurut saya jangan dilakukan serempak, harus bertahap. Misalnya terhadap daerah yang hijau dulu, dipastikan tidak ada yang terkena di situ, sehat-sehat," kata Ferdiansyah dalam rilis di Jakarta.

Politikus Fraksi Partai Golkar ini mengakui bahwa pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 bukan hal yang mudah karena menyangkut nyawa manusia. "Memang ribet, kan tiap daerah berbeda-beda. Yang zona merah entar dulu," sambungnya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar Kemendikbud selalu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebelum memutuskan membuka sekolah di tengah pandemi. 

"Karena masing-masing jenjang, jenis, pendidikan karakternya berbeda, atau budayanya berbeda," ungkap legislator dapil Jawa Barat XI ini.

Setelah nantinya sekolah sudah dibuka, menurut dia, masih ada beberapa yang perlu diperhatikan. Contohnya, proses belajar mengajar di ruang kelas dilaksanakan secara bergiliran.

"Misalnya maksimum 20 orang dalam kelas dan harus jaga jarak. Terus sekolah di situ sudah berbudaya kebersihan belum, bagaimana penyediaan sabunnya, tempat cuci tangan, harus prepare juga soal itunya," pungkas Ferdiansyah.