Menghadapi fase tatanan kenormalan baru New Normal ditengah pandemi Covid-19, Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Timur telah bersiap menghadapi kebijakan tersebut dalam kegiatan pengelolaan bidang kehutanan di wilayahnya. Hal itu sesuai arahan Direksi Perhutani tentang tindak lanjut antisipasi skenario The New Normal Perum Perhutani dengan melakukan sosialisasi protokol penanganan Covid-19 melalui video conference secara daring dengan segenap jajarannya.

Kepala Perhutani Divre Jawa Timur, Oman Suherman meyampaikan dalam arahannya bahwa dalam menghadapi fase kenormalan baru tersebut ia telah menyiapkan berbagai protokol yang mencakup berbagai aspek kelola bisnis dan sosial termasuk penerapan physical distancing baik di kantor maupun dilapangan.

Pada era kenormalan baru, Oman meminta jajarannya agar menjaga perilaku New Normal dengan tetap menjaga kedisiplinan dalam melaksanakan pekerjaan di kantor maupun di lapangan yang secara perlahan nantinya semua aspek kegiatan akan dinormalkan kembali namun tidak terlepas dari protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Perhutani Divre Jatim mulai tanggal 26 Mei 2020 memberlakukan karyawannya yang berusia dibawah 45 tahun bekerja di kantor (WFO), namun pelaksanaannya dilakukan secara bergantian (shifting), dengan catatan kondisinya sehat kecuali untuk karyawan dalam kondisi hamil, ibu menyusui dan sakit. Untuk karyawan yang berusia lebih dari 45 tahun bisa bekerja secara  Work From Home (WFH) dengan tetap mengacu pada prinsip social distancing,” ujarnya.

Oman menegaskan kepada segenap jajaran Pimpinan Satuan Unit Organisasi di wilayah kerja Divre Jawa Timur untuk wajib melaksanakan tugas di Kantor maupun di lapangan secara shifting dengan mengatur jadwal sesuai kebutuhan pekerjaan serta seluruh karyawan wajib melakukan daftar hadir dengan sistem online dan mengisi Daily Monitoring.

Usai melakukan sosialisasi New Normal secara internal, Oman melanjutkan video conference dengan mitra bisnisnya yang ada di Jawa Timur. Menurutnya bahwa di era New Normal beberapa prosedur pelayanan akan mengalami perubahan jika diperlukan untuk menunjang dan meningkatkan kinerja pelayanan menjadi lebih baik. Ia berharap pasar segera pulih dan membaik kondisinya, “Baik pasar domestik maupun luar negeri karena pasar luar negeri ini terkait langsung dengan mitra bisnis Perhutani,” katanya.

Oman mengakui bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah pola kerja, namun menurutnya kondisi seperti ini bukan siapa yang kuat bisa bertahan, tapi mereka yang secara individu atau korporasi yang bisa beradaptasi dengan situasi. “New Normal ini berbeda dengan budaya kerja sebelumnya, namun saat ini kita harus berpegang pada protokol kesehatan Covid-19. Untuk itu kami perlu masukan yang membangun dari para mitra usaha di masa New Normal ini,” pungkasnya.