Rencana bahwa mal-mal di Bandung akan dibuka hari ini, Sabtu (30/05/2020), akhirnya kembali batal. Penyebabnya adalah Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa Barat kembali diperpanjang hingga 12 Juni 2020 mendatang. Keputusan mal akan dibuka lagi, masihg harus menunggu hingga perpanjangan PSBB selesai diterapkan.

Hal itu diungkapkan Sekjen Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Satriawan Natsir. 

"Kita dengan adanya perpanjangan ini agak surprise juga, yang sebelumnya kan tanggal 1 (Juni 2020 mulai new normal), sudah kita lihat beritanya akan diberikan kelonggaran lah untuk disetop PSBB. Tapi ternyata kondisi diperpanjang sampai tanggal 12 (Juni 2020)," katanya, Jumat (29/05/2020).

Satriawan menyatakan seluruh anggota APPBI akan mendukung keputusan pemerintah dengan tetap tidak membuka mal sebelum PSBB berakhir.

"Kita seluruh anggota APPBI kita menunggu PSBB. Harapan kita setelah tanggal 12 (Juni 2020) betul-betul diberikan, kita harus mempersiapkan diri kita bagaimana kita menghadapi kondisi ini. Karena tidak mungkin tetap terus menerus tutup, ekonomi tidak berputar sama sekali," tandasnya.

Ia khawatir apabila PSBB diberlakukan lebih lama lagi, akan berdampak ada PHK karyawan mal. "Memang kita khawatirkan ini ada gelombang PHK. Ini juga akan terjadi lagi. Memang secara cashlow tenant-tenant penyewa sudah sangat tidak sanggup. Berdampak kepada karyawan," ucap Satriawan.

Satriawan mengaku sejauh ini memang sudah ada sejumlah karyawan mal yang terkena PHK usai tutup selama 2,5 bulan. Namun dia tak mengetahui pasti jumlah angka karyawan yang di PHK.

"Karena memang karyawan ini penyewa di kita. Jadi itu yang memang secara detail angka itu kita nggak bisa sampaikan. Cuma sudah pasti ya sudah lebih dari 50 persen," tuturnya.

Satriawan mengatakan pemerintah perlu mengambil kebijakan yang baik termasuk bagi roda perekonomian. Seharusnya, kata Satriawan, pemerintah membuat kelonggaran bagi mal yang memang betul-betul sudah siap dengan protokol kesehatan yang dianjurkan.

"Itu harus ada jalan tengah. Dan kami rasa sudah 2,5 bulan kita melakukan kondisi seperti ini seharusnya kita sudah bisa adaptasi, belajar kondisi kita menjaga masing-masing. Bagi yang dirasa sangat rentan bisa menahan diri. Bagi yang merasa bisa melakukan protokol kesehatan baik ya seharusnya sudah bisa beraktivitas," katanya.