Kota Magelang mencatat penambahan dua orang pasien positif Covid-19. Dua pasien baru tersebut adalah seorang batita usia sembilan bulan asal Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, dan seorang laki-laki usia 64 tahun asal Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Majid Rohmawanto mengatakan, dengan penambahan tersebut, total di Kota Magelang terdapat 24 orang pasien positif. Dari jumlah tersebut, 12 orang sembuh, empat orang meninggal, dan delapan orang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Dia mengungkapkan, kedua pasien baru dinyatakan positif pada Rabu (27/5/2020) sore. Hal itu diketahui setelah kedua pasien menjalani tes swab pada Senin (25/5/2020), saat pertama masuk ke RSUD Tidar.

Majid menerangkan, si bayi diduga tertular oleh bapaknya yang baru pulang dari Riau. Sedangkan pasien asal Kramat Utara memiliki riwayat pergi ke Kabupaten Temanggung pada 15 Mei 2020.

“Keduanya kini masih di ruang isolasi. Si bayi diisolasi bersama dengan ibunya, sedangkan yang lansia ditunggui istrinya,” katanya.

Penanggungjawab Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang Joko Budiyono menjelaskan, pihaknya telah menindaklanjuti dengan penyelidikan epidemologi (PE) di masing-masing tempat tinggal pasien baru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dinkes sudah PE di Kelurahan Cacaban sebanyak delapan orang, dan Kelurahan Kramat Utara 18 orang,” jelas Joko Budiyono di kantornya, Kamis (28/5/2020).

Joko mengakui, kasus Covid-19 di Kota Magelang sempat melandai bahkan nihil penambahan pasien positif selama dua pekan terakhir. Namun, ada penambahan dua orang pasien tersebut, pada Rabu (27/5/2020) sore.

“Tentu saja harapan ke depan tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif lagi. Semua pasien sudah diisolasi di RSUD Budi Rahayu. Sementara keluarganya karantina mandiri,” terang Joko, yang juga Sekda Kota Magelang itu.

Joko berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi anjuran protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Ia melihat masih ada warga yang nekat melanggar anjuran pemerintah, hingga akhirnya terinfeksi dan merugikan lingkungan sekitarnya.

“Tetap ada yang nekat. Yang pasien Kramat Utara, ya masih takbiran, padahal sudah dilarang. Akhirnya semua yang ikut takbiran kita PE semua,” tegasnya.

Joko juga menyatakan, rencana penerapan tata kehidupan baru atau new normal di saat pandemi Covid-19 tetap akan berjalan di Kota Magelang, meskipun kasus Covid-19 belum sepenuhnya selesai di Kota Magelang.

“New normal tetap akan jalan, sedang kita kaji. Karena kalau tidak jalan kita tidak mungkin bisa bergerak. Sebagai makhluk sosial kita harus berinteraksi. Di tengah Covid-19 kita harus tetap hidup, bertahan, dengan ketentuan protokol kesehatan,” jelasnya.