Sentimen panas dari relasi AS-China akhirnya semakin menyita perhatian pelaku pasar dalam menjalani sesi perdagangan penutupan pekan ini, Jumat (29/5). Ketegangan semakin menjadi setelah laporan terkini menyebutkan langkah parlemen China yang telah meloloskan perundangan keamanan baru bagi Hong Kong.

Laporan lebih jauh menyebutkan, perundangan keamanan yang akan menghabisi demokrasi dan hak azasi manusia di wilayah otonom bekas koloni Inggris tersebut yang memantik reaksi kjeras Washington.  Pihak pemerintahan Trump disebutkan segera menghukum China atas perundangan keamanan  Hong Kong tersebut.

Situasi akhirnya semakin memanas, dan pelaku pasar mengekspektasikan akan terjadinya gangguan pada pemuluhan kinerja perekonomian yang sebelumnya telah terpukul hebat oleh pandemi wabah Coronavirus.

Aksi akumulasi terhadap aset lindung nilai seperti komoditas Emas akhirnya kembali bertahan untuk membuat  harga logam mulai itu mampu bertahan di atas level $1.700 per Ounce. Laporan terkini dari sesi perdagangan sore ini di Asia, Jumat (29/5) menunjukkan, harga Emas yang diperdagangkan di kisaran $1.733,4 per Ounce setelah melonjak 0,29%.

Bila sentimen ketegangan AS-China berlanjut dalam jangka waktu lebih panjang, sangat mungkin bagi harga Emas untuk segera menembus level psikologis pentingnya di kisaran $1.800 per Ounce yang telah lama dinantikan sejumlah investor.

Konflik Trump-China, nampaknya telah menjadi bekal penting bagi logam bersinar kuning itu untuk terus semakin menanjak hingga beberapa hari dan bahkan pekan sesi perdagangan ke depan.