Upaya memulihkan perekonomian sebagai dampak pandemi COVID-19, perlu dana super jumbo. Naga-naganya, Presiden Joko Widodo bakal menunda 245 usulan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ya, lantaran kemampuan keuangan negara sangat cekak. “Terkait dengan usulan 245 PSN baru, saya minta dilihat di lapangan, dihitung, dikalkulasikan rinci, mana yang direkomendasi, dan mana yang tidak direkomendasi,” kata Presiden dalam rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

PSN baru, kata Presiden, harus mampu mengungkit pemulihan ekonomi secara signifikan setelah tekanan pandemi COVID-19. “Penambahan proyek untuk yang daya ungkit besar bagi pemulihan ekonomi pascapandemi saya kira sangat penting untuk bisa didahulukan,” ujar dia.

Selanjutnya mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI ini, mencatat empat hal dalam evaluasi proyek strategis untuk pemulihan ekonomi nasional dalam menghadapi dampak COVID-19.

"Kita evaluasi proyek strategis nasional untuk pemulihan ekonomi kita karena dampak COVID-19,” kata Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas secara virtual bertopik Evaluasi Proyek Strategis Nasional untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Dampak COVID-19 dari Istana Merdeka Jakarta, Jumat (29/5).

Hal pertama, kata dia, walaupun saat ini Indonesia masih menghadapi pandemi tapi agenda-agenda strategis yang sangat penting bagi bangsa dan negara serta menjadi prioritas bagi kepentingan nasional tidak boleh berhenti dan tetap harus dilanjutkan.

Kemudian hal kedua yakni terkait dengan proyek strategis nasional yang sedang berjalan, Presiden meminta agar diprioritaskan percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berdampak langsung pada ekonomi rakyat dan pemulihan ekonomi nasional.

“Saya mencatat beberapa PSN yang sangat penting bagi pemerataan dan penguatan ekonomi rakyat misalnya  program sertifikasi tanah untuk rakyat, legalisasi lahan transmigrasi, reformasi agraria, perhutanan sosial, serta peremajaan perkebunan rakyat,” katanya.

Jokowi memastikan, program-program prioritas ini tetap berjalan tapi tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat. Hal ketiga yakni menyelesaikan secepat-cepatnya berbagai hambatan dan sumbatan bagi pelaksanaan PSN di lapangan.

“Saya menerima laporan hambatan paling besar masih pada urusan pembebasan lahan,” katanya.

Hal keempat terkait dengan usulan 245 PSN baru, Presiden meminta untuk betul-betul dilihat di lapangan, dihitung dan dikalkulasi secara rinci, mana yang direkomendasi dan mana yang tidak direkomendasi.

“Prioritas penambahan proyek yang memiliki daya ungkit besar pada pemulihan ekonomi pascapandemi  sangat penting untuk kita dahulukan,” katanya.