Sesi perdagangan pekan pertama usai masa libur lebaran  tahun ini akhirnya diwarnai dengan kejutan menarik dari runtuhnya salah satu saham favorit investor di bursa saham Indonesia. Adalah saham Indofood CBP Sukses Tbk., yang selama ini terkenal dengan produk populernya di Indonesia, Indomie Goreng.

Saham yang diperdagangkan dengan kode ICBP tersdbut tercatat telah mengalami gerak runtuh sangat tajam dalam tiga hari sesi perdagangan secara beruntun. Dan grak runtuh tercatat mulai terhenti di sesi perdagangan kemarin dengan bertengger dikisaran Rp8.325 per lembarnya.

Di luar persoalan fundamental menyangkut akuisisi pada produsen mie instan di luar negeri  di tengah pukulan pandemi Coronavirus, gerak runtuh ICBP menjadi sangat menarik secara teknikal.

Grafik harian terkini berikut memperlihatkan situasi teknikal terkini saham ICBP, di mana tren jual jangka menengah telah terbentuk sejak sesi perdagangan pekan kedua Mei lalu atau sebelum lebaran,  dan gerak turun dalam tiga hari terakhir, oleh karenanya,  bukanlah sebuah kejutan:

Tren jual jangka menengah terlihat jelas dengan ditunjukkan posisi indikator MA-Signal (garis hitam) yang berada di bawah batas teknikal psikologis (garis merah).  Pola teknikal demikian mengindikasikan masih tersedianya tekanan jual bagi saham ICBP.

Gerak turun lebih lanjut oleh karenanya masih besar peluangnya hingga beberapa hari dan bahkan pekan sesi perdagangan ke depan.  Saham ICBP akan mampu menghentikan tren jual jangka menengahnya bila mampu bergerak konsisten di atas Rp9.450 dalam 7 hari sesi perdagangan.

Namun seiring dengan sentimen yang sedang kurang menguntungkan di pasar global, gerak konsisten di atas Rp9.450 terlihat masih sangat sulit untuk terjadi dalam waktu dekat. Saham ICBP, sepertinya memang lagi tak seharum aroma produk indomie goreng yang hingga kini masih menjadi favorit publik Indonesia.

Happy Trading.