Sentimen suram dari ketegangan AS-China menyangkut wilayah otonomi Hong Kong, terlihat  semakin menyita perhatian investor dalam beberapa hari sesi perdagangan terakhir. Tak terkecuali dengan investor di pasar komoditas penting dan strategis dunia, Minyak.

Laporan terkini memperlihatkan, harga minyak yang masih mampu bertahan kukuh di atas kisaran $33 per barel.  Laporan bahkan menunjukkan, hingga sesi perdagangan pagi ini di Asia, Jumat (29/5), harga minyak jenis WTI yang masih bertahan di $33,4 per barel meski telah runtuh curam 0,92%.

Seperti diwartakan sebelumnya, ketegangan yang dikhawatirkan semakin  panas antara Washington dengan Beijing menyusul langkah parlemen China yang telah meloloskan perundangan keamanan baru bagi wilayah Hong Kong yang merupakan bekas koloni Inggris.

Ketegangan AS-China yang semakin memanas ditakutkan mengganggu pasar minyak dunia pada akhirnya. Terlebih, Presiden AS Donald Trump diagendakan untuk segera  mengumumkan hukuman bagi China atas persoalan Hong Kong.

Namun sentimen ketegangan AS-China dan amuk Trump  tersebut hingga kini masih belum terlalu bertaji untuk mengganggu pesta cuan komoditas minyak.  Tinjauan teknikal sebelumnya menunjukkan, pola teknikal harga minyak dunia yang telah berada dalam tren penguatan jangka menengah, di mana gerak naik yang masih mampu berlanjut dalam beberapa pekan sesi perdagangan terakhir semakin mengukuhkan tren penguatan jangka menengah tersebut.

Situasi demikian seolah menjadi pesta cuan bagi negara-negara kawasan Arab yang menggantungkan kinerja perekonomiannya dari ekspor minyak, di tengah panasnya perang AS-China.