Gerak harga salah satu komoditas penting dan strategis dunia, Emas tercatat masih  mampu bertahan di sekitaran level $1.700 per Ounce.  Usai mengalami penurunan curam dalam beberapa hari sesi perdagangan terakhir, gerak harga Emas terlihat kesulitan untuk kembali melanjutkan penurunan.

Pelaku pasar terlihat masih semakin menantikan sentimen terkini dari memanasnya relasi antara Presiden AS Donald Trump dengan China menyangkut Hong Kong. Keputusan keras dari China untuk memberlakukan perundangan keamanan baru di wilayah otonom bekas koloni Inggris itu yang mencerminkan tangan besi Beijing, membuat Washington bersiap mengenakan sanksi yang hingga mini masih diproses.

Hubungan AS-China kini terancam menjadi lebih buruk ketimbang perang dagang tahun lalu, dan hal tersebut akan mengancam kinerja perekonomian dunia yang sedang berupaya bangkit dari pukulan wabah Coronavirus.

Sentimen memanasnya Trump-China tersebut terlihat  masih menyita porsi besar perhatian pelaku pasar untuk menahan diri dari aksi jual emas lebih jauh. Gerak harga Emas akhirnya tetap cenderung melemah, namun masih mampu bertahan di atas level psikologisnya di kisaran $1.700 per Ounce. Pantauan terkini di sesi perdagangan sore ini di Asia bahkan memperlihatkan harga Emas yang bertengger di kisaran $1.734,6 per ounce (menguat 0,45%)  dan sangat mungkin kejutan dari sentimen Trump-China menghantarkan harga melesat dengan sangat cepat untuk nenembus level psikologis penting lainnya di kisaran $1.800 per Ounce.