Investor asal Amerika Serikat maupun Jepang yang beroperasi di China saat ini sedang galau menyusul meningkatnya ketegangan antara AS dan China. Pilihannya, investor AS dan Jepang berencana pindah ke sejumlah negara Asia lainnya termasuk Indonesia.

Melihat peluang tersebut, pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kawasan industri di Tanah Air. Namun Indonesia akan bersaing dengan sejumlah negara ASEAN, India, dan Bangladesh.

"Perang dagang antara pemerintahan Donald Trump dan Tiongkok membuat perusahaan AS akan relokasi keluar dari Tiongkok, ini peluang yang harus kita tangkap," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita 'Halalbihalal Kemperin dengan media massa' secara virtual di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Menperin menyatakan, Indonesia dan dunia sedang memasuki fase yang sangat menantang. Namun di tengah kondisi itu, ada ruang-ruang yang bisa ditangkap. "Kalau kita jeli melihat peluang itu, bisa menjadi sebuah momentum kebangkitan industri manufaktur saat tercipta sebuah equilibrium atau tatanan baru," kata Menperin.

Menurut Menperin, calon investor yang keluar dari Tiongkok seperti AS, Jepang dan pelaku usaha global lainnya, akan melakukan studi atau due delligence di negara yang dibidik. "Tentu mereka lakukan studi, industri mereka punya intelegence," kata Agus.

Adapun negara yang akan menangkap peluang itu kata Agus, bukan hanya Indonesia, tapi sejumah negara di ASEAN seperti Vietnam hingga India dan Bangladesh. "Bangladesh sedang giat menangkap peluang global," kata dia.

Menyikapi rencana relokasi pabrik multinasional milik AS di Tiongkok ke Brebes, Jawa Tengah (Jateng) sesuai pembicaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden AS Donald Trump, Menperin segera meninjau ke wilayah itu untuk melihat persiapan pemda dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebagai pengembang Kawasan Industri Brebes (KIB). "Ini penting sehingga jika Kemperin bertemu investor global, kita akan siap," ujar Agus.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional hingga 2025 pemerintah mencanangkan akan membangun 27 kawasan industri yang tersebar di seluruh Indonsia. Adapun Brebes adalah kawasan indstri yang sudah ada, dan tidak ada dalam 27 kawasan industri. "Di Jawa hanya Kendal dan Madura," kata Agus Gumiwang.

Menperin mengemukakan, pemerintah membuat kebijakan yang mendorong ekonomi lebih merata di luar Jawa. "Kawasan industri ini akan menjadi penting dan tulang punggung untuk menarik inevstor yang akan relokasi ke Indonesia. Apalagi dalam UU menyatakan, bahwa investor baru yang ingin buka industri manfatur di Indonesia diwajibkan buka di kawasan indstri," kata Agus.