Gerak harga salah satu komoditas penting dan strategis dunia, Emas terlihat membukukan gerak kejutan pada sesi perdagangan Selasa (26/5) kemarin. Laporan menyebutkan, harga komoditas logam mulia itu yang berakhir di kisaran $1.705,6 per Ounce setelah menurun tajam lebih dari 1%.

 Sentimen optimisme menyangkut penanganan wabah Coronavirus menjadi dalang utama dari gerak turun harga logam bersinar kuning itu.  Laporan dari berbagai negara yang menyebutkan mulai redanya serangan wabah asal China itu membuat pelaku pasar berbalik dengan melakukan tekanan jual untuk meruntuhkan harga Emas dengan tajam.

Sebelumnya pelaku pasar terlihat masih sangat berharap penasnya tensi Trump-China menyangkut wilayah otonomi Hong Kong  yang diyakini akan mampu mengganggu dengan sangat serius jalannya pemulihan ekonomi dunia.

Namun laporan terkini yang masih belum menunjukkan langkah keras Trump dalam menghukum China membuat investor ciut untuk melanjutkan aksi akumulasi. Bahkan sebaliknya, investor berbalik melakukan aksi jual hingga menggelincirkan harga Emas.

Laporan terkini di sesi perdagangan sore ini di Asia, Rabu (27/5) bahkan memperlithatkan gerak turun harag Emas yang masih berlanjut meski dalam rentang terbatas. Harga Emas kini bertengger di kisaran $1.698,1 per Ounce  atau melemah moderat 0,44%.

Investor tampaknya masih menantikan amukan keras pemerintahan Trump  pada China untuk berbalik melakukan perburuan Emas untuk sekaligus membuka lebar peluang menembus level psikologis pentingnya di kisaran $1.800 per Ounce.