Rilis proyeksi kinerja perekonomian negeri termaju di Asia Tenggara, Singapura akhirnya dilakukan oleh otoritas negeri kota itu pada Selasa ini, (26/5). Pihak kementerian perdagangan dan Industri  negeri tetangga itu memproyeksikan kinerja pertumbuhan ekonomiannya yang mungkin terkontraksi hingga 7% untuk sepanjang tahun ini.

Dalam laporan lebih rinci disebutkan, perekonomian Singapura yang diproyeksikan akan terkontraksi antara 4,0% hingga 7,0% di sepanjang tahun ini.  Serangan wabah Coronavirus yang menjadikan Singapura sebagai salah satu negara dengan korban terbanyak memaksa perekonomiannya kocar-kacir.

Sejumlah catatan  sebelumnya menunjukkan, kinerja perekonomian Singapura yang sesungguhnya tak terlalu buruk di kuartal pertama tahun ini, dengan membukukan kontraksi 0,7%. Kinerja tesebut tercatat jauh lebih baik ketimbang proyeksi pemerintah sebelumnya dengan terkontraksi sebesar 2,2%. Kontraksi pada kuartal perama tersebut bahkan masih lebih baik ketimbang ekspektasi pelaku pasar yang memperkirakan kontraksi sebesar 1,5%.

Namun seiring dengan situasi serangan wabah Coronavirus yang hingga kini masih harus dihadapi dengan keras oleh Singapura, pihak pemerintah akhirnya kembali memberikan proyeksi terkininya yang masih suram.

Pemerintahan negeri Merlion itu, yang hingga kini kinerja perekonomiannya bergantung besar pada industri dengan orientasi ekspor harus takluk tak tertahankan akibat  terpukul hebatnya permintaan dunia akibat serangan wabah Coronavirus.

Wabah Coronavirus, dengan demikian telah memaksa perekonomian Singapura tertatih-tatih untuk sekedar menghindar dari kontraksi yang lebih buruk.