Sentimen suram dari ancaman pecahnya kembali perang dagang AS-China nampaknya hanya menghadirkan sedikit gangguan pada pasar minyak dunia. Laporan menyebutkan, harga minyak jenis WTI yang hanya turun 0,2% untuk bertengger di kisaran $33,25 per barel dalam sesi perdagangan awal pekan ini, Senin (25/5) yang baru berakhir beberapa jam lalu.

Penurunan harga minyak dilpaorkan lebih dilatari oleh ancaman memanasnya perang dagang AA-China setelah pejabat Gedung Putih  memberikan peringatan keras pada Beijing terkait dengan pemberlakukan perundangan keamanan baru yang mengancam otonomi serta demokrasi dan hak azasi manusia di wilayah bekas kolono Inggris, Hong Kong.

Sentimen perang Trump-China akhirnya kini mulai menjadi ancaman serius bagi kinerja perekonomian dunia yang sedang mencoba bangkit dari pukulan telak wabah Coronavirus.

Namun secara keseluruhan, gerak turun tipis harga minyak dunia kali ini justru semakin mengukuhkan solidnya sentimen positif yang sedang mengiringi.

Pelonggaran Lockdown di sejumlah negara di dunia serta temuan vaksin untuk wabah Coronavirus, menjadi andalan investor untuk bertaruh optimis dengan terus melakukan aksi akumulasi untuk melonjakkan harga minyak.

Bahkan pada sesi perdagangan pagi ini di Asia, Selasa (26/5), harga minyak jenis WTI dilaporkan kembali melonjak  sangat tajam 2,05% untuk bertengger di kisaran $33,93 per barel.  Gerak positif yang berlanjut ini, sekaligus menjadi bingkisan THR bagi negara-negara kawasan Arab yang menggantungkan perekonomiannya pada ekspor minyak.