Pelaku pasar akhirnya semakin menaruh perhatian pada perkembangan terkini relasi Presiden AS Donald Trump dengan China. Serangkaian kabar terkini menunjukkan, relasi antara Washington dengan Beijing yang masih kian memanas  menyusul langkah keras yang diambil pemerintahan Trump.

Kebijakan terkini  yang diambil pemerintahan komunis China menyangkut Hong Kong yang segera memberlakukan peraturan keamanan baru, diyakini akan semakin memanaskan hubungan dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.

Kecenderungan sentimen untuk terus memanas, akan semakin memantik kekhawatiran bahwa perekonomian secara keseluruhan masih akan menghadapi tantangan sangat berat usai terhajar pandemi wabah Coronavirus.

Namun situasi ekstrim terlihat masih jauh dari mengkhawatirkan hingga kini, dan oleh karenanya sikap investor masih cenderung menantikan perkembangan terkini yang lebih meyakinkan. Aksi perburuan terhadap komoditas strategis dunia, Emas akhirnya masih bertahan, namun cenderrung masih tertahan oleh  sikap menunggu pelaku pasar.

Laporan menunjukkan, harga emas yang ditutup di kisaran $1.734,7 per Ounce atau melonjak 0,74%  dalam sesi penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (22/5).

Seiring dengan potensi besar sentimen relasi Trump-China untuk terus memanas,  sejumlah kalangan kini kembali menantikan harga Emas untuk segera menembus level psikologis pentingnya di kisaran $1.800 per Ounce.  Harapan pelaku pasar tersebut nampaknya tak terlalu salah, mengingat pola teknikal terkini menunjukkan, tren penguatan jangka menengah yang masih berlaku hingga gerak naik lebih lanjut di beberapa hari sesi perdagangan ke depan masih terbuka lebar untuk sekaligus menembus level psikologis di $1.800 per Ounce.