Pihak berwenang Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China yang dianggap sebagai episentum penyebaran Corona Virus Desease atau COVID-19 secara resmi melarang warganya makan semua jenis hewan liar. 

Bersamaan dengan pelarangan itu, Wuhan akan menjadi suaka margasatwa di mana hampir semua perburuan hewan liar juga dilarang. Perburuan hewan liar dikecualikan jika untuk penelitian ilmiah, regulasi populasi, pemantauan epidemi penyakit, dan keadaan khusus lainnya. 

Dikutip dari Independent, sebagai bagian dari larangan tersebut, kota ini akan melakukan kontrol ketat pada perkembangan biakan semua hewan liar dan juga melarang hewan liar untuk dipelihara. 

Wuhan juga akan bergabung dengan skema yang lebih luas di seluruh negeri untuk menawarkan pembelian kepada petani yang mengembangbiakkan hewan liar.

Wuhan merupakan sebuah kota berpenduduk 11 juta orang di Provinsi Hubei, China. Mereka menyaksikan kasus pertama COVID-19 pada akhir tahun 2019 lalu. Asal-usul virus ini masih diselidiki tetapi salah satu sumber yang dicurigai adalah Pasar Basah Makanan Laut Huanan di Wuhan. 

Di pasar itu menjual lebih dari 30 spesies hewan hidup termasuk anak anjing serigala hidup, jangkrik emas, kalajengking dan musang. China pun telah menutup pasar itu pada Januari lalu. 

Secara keseluruhan, para peneliti setuju bahwa penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa virus berpindah dari hewan ke manusia. China juga kini telah mendapat tekanan dari komunitas global untuk mengatasi perdagangan satwa liar ilegal setelah dikaitkan dengan munculnya penyakit zoonosis.