Sudhakar Rao seorang dokter yang mengeluh karena minimnya alat pelindung diri (APD) ketika negara tersebut berperang melawan wabah Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Akan tetapi, para pejabat justru memasukkan Sudhakar Rao ke RS jiwa.

Dr. Sudhakar Rao merupakan dokter spesialis anestesi yang telah bekerja di rumah sakit selama 20 tahun. Pekan ini Sudhakar Rao ramai menjadi bahan pemberitaan media.

Video yang viral di media sosial dan grup-grup WhatsApp memperlihatkan ia bertengkar dengan beberapa anggota polisi di satu jalan bebas hambatan di Visakhapatnam, kota tempat Dr. Sudhakar Rao tinggal dan bekerja. Pihak berwenang mengatakan, Dr. Sudhakar Rao dikirim ke rumah sakit jiwa setelah insiden ini.

Dari video yang beredar hari Sabtu, (16/05/2020), terlihat Dr. Dr. Sudhakar Rao tidak mengenakan baju atas, hanya bercelana panjang. Ia duduk di dalam mobil polisi yang diparkir di pinggir jalan sambil berteriak ke arah polisi.

Di video lain, Dr. Sudhakar Rao tampak tergeletak di jalan dengan tangan terikat, sementara polisi memukulinya dengan pentungan. Pejabat polisi mengatakan, anggota yang memukul Dr. Sudhakar Rao, sudah diskors.

Beredar juga video yang menunjukkan ia diringkus dan dimasukkan ke kendaraan, sementara orang-orang tampak bingung dan terkejut. Namun, sebelum ia dibawa pergi, Dr. Sudhakar Rao sempat berbicara ke beberapa wartawan setempat, yang berada di lokasi kejadian untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Dr. Sudhakar Rao mengatakan bahwa ia diberhentikan oleh polisi dan dipaksa keluar dari mobilnya. "Mereka mengambil dompet dan telepon genggam saya," kata Dr. Sudhakar Rao. 

Penahanan Dr. Sudhakar Rao memicu kontroversi besar di India. Pengguna media sosial dan sejumlah pihak mengecam cara pihak berwenang menangani insiden tersebut.

Partai-partai oposisi juga ikut bersuara, menuduh polisi menggunakan tindakan yang sangat berlebihan. Kasus Dr. Sudhakar Rao menjadi pelik karena sebelum insiden ini, ia diskors.

Dr. Sudhakar Rao yang bekerja di salah satu rumah sakit pemerintah, pada 3 April mengatakan kepada media bahwa alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga kesehatan tidak memadai.

Ia mengatakan masalah ini sudah ia sampaikan di salah satu pertemuan dengan para pejabat, namun ia mengeklaim bahwa ia justru diminta meninggalkan pertemuan tersebut.

"Kami diminta untuk mengenakan masker yang sama selama 15 hari, sebelum meminta masker baru. Bagaimana kita merawat pasien, sementara pada saat yang sama nyawa kita terancam," katanya.

Pemerintah melakukan investigasi, namun juga menskors Dr. Sudhakar Rao  Para pejabat mengatakan, masalah ini semestinya diselesaikan secara internal, bukan dengan mengungkapkannya secara terbuka ke publik, kata para pejabat.

Dikatakan pula, Dr. Sudhakar Rao sudah membuat semangat tenaga kesehatan mengendur.

Beberapa hari kemudian, Dr. Sudhakar Rao merilis video, berisi permintaan maaf dan mendesak skors yang dijatuhkan kepadanya dicabut. Pemerintah tidak memberikan respons.

Keluarga Dr. Sudhakar Rao menduga, sang dokter menjadi sasaran setelah ia berbicara tentang minimnya APD yang sangat diperlukan ketika merawat pasien COVID-19.

Pada Sabtu, (16/05/2020), Dr. Sudhakar Rao mengatakan bahwa ia menerima ancaman melalui telepon. Ibunya, Kaveri Rao, kepada BBC Telugu mengatakan bahwa Dr. Sudhakar Rao tak punya masalah kejiwaan.

"Ia dokter yang punya reputasi, tapi sejak ia mengeluhkan minimnya APD, ia menjadi sasaran. Orang-orang menelepon saya dan bertanya [apakah ada persoalan dengan Dr Rao]," katanya.

Polisi mengatakan mereka menerima laporan "ada orang mabuk yang melakukan tindakan yang berbahaya di jalan bebas hambatan". Pejabat polisi di Visakhapatnam, RK Meena, kepada BBC Telugu, mengatakan bahwa anggota polisi tak tahu orang tersebut adalag Dr. Sudhakar Rao sampai mereka tiba di lokasi.

Menurut polisi, Dr. Sudhakar Rao "mencoba memindahkan penghalang jalan dan melempar botol alkohol ke jalan". Dikatakan pula yang mengikat Dr. Sudhakar Rao, "bukan polisi tapi anggota masyarakat".

Namun sejauh ini, tak pernah diungkap identitas orang yang melaporkan insiden ke polisi. Tak ada pula saksi mata yang menguatkan versi insiden yang dirilis polisi.

"Ia sangat kasar ... ia merebut telepon genggam milik polisi. Jelas ia punya masalah kejiwaan," kata Meena.

Pejabat lain mengatakan Dr. Sudhakar Rao berada di rumah sakit jiwa hingga dua pekan ke depan dan selama periode ini ia akan diobservasi "untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kondisi psikologisnya".