Sentimen dari sikap dan langkah keras dan tegas oleh Presiden AS Donald Trump tercatat masih menyita perhatian besar investor di pasar global hingga kini. Laporan terkini sebelumnya menyebutkan, langkah Senat AS yang segera meloloskan peraturan untuk mengusir perusahaan asal China di bursa Wall Street.

Laporan tersebut tentu akan semakin menyokong sikap keras Trump dalam menghadapi China yang kini semakin dituntut untuk bertanggung jawab atas pandemi global wabah Coronavirus. Perang dagang yang lebih buruk, tentu akan menjadi kekhawatiran investor di tengah serangkaian langkah pelonggaran Lockdown yang menggembirakan di berbagai belahan dunia.

Langkah Trump ditakini akan segera menyulut  langkah marah pemerintah China untyuk menghantarkan kekhawatiran besar dan sangat serius bagi investor.

Situasi panas tersebut  nampaknya telah berada di ambang bahaya. Hal ini sertidaknya dilihat dari tinjauan teknikal terkini yang memperlihatkan gerak nilai tukar mata uang Yuan China terhadap Dolar AS yang masih relatif stabil di kisaran terlemahnya.

Hingga sesi hari ini, Jumat (22/5), posisi nilai tukar Yuan terhadap Dolar As tercatat berada di kisaran 7,1138 setelah melemah 0,3%. Grafik harian terkini berukut juga memperlihatkan pola teknikal  Yuan yang masih cenderung melemah hingga beberapa waktu ke depan:

Melemahnya Yuan, adalah salah satu amunisi yang dimiliki China untuk memukul tensi dagang yang muncul akibat langkah keras Presiden AS Donald Trump dengan mengancam penaikkan tarif masuk atas produk China.