Sesi perdagangan saham hari keempat pekan ini, Kamis (21/5) menjadi masa yang kurang menguntungkan di bursa Wall Street. Dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu, seluruh indeks Wall Street kembali menginjak zona merah seiring dengan hadirnya dua sentimen suram.

Sentimen pertama datang dari rilis data klaim tunjangan pengangguran di AS yang pada akhir pekan lalu dilaporkan kembali bertambah hingga 2,44 juta. Tambahan terasebut sekaligus membuat jumlah klaim tunjangan pengangguran melonjak hingga lebih dari 38 juta selama masa pandemi Coronavirus.

Laporan buruk tersebut kemudian semakin kukuh oleh kabar terkini dari kalangan Senat AS yang dilaporkan segera meloloskan peraturan untuk mengusir sejumlah perusahaan China yang terdaftar di bursa Wall Street. Laporan lebih jauh menyebutkan, sejumlah perusahaan asal China di Wall Street kemungkinan akan segera ditendang dari bursa saham paling besar di dunia itu dalam beberapa pekan ke depan.

Laporan ini sekaligus akan mempertinggi tensi hubungan Washington-China yang selama ini telah semakin panas oleh sikap keras Presiden AS Donald Trump  yang kian menuntut China bertanggung jawab atas pandemi global Coronavirus yang telah menghancurkan kinerja perekonomian dengan sangat parah.

Sikap pesimis investor akhirnya menjadi solid untuk menggelar tekanan jual hingga menjungkalkan indeks di zona koreksi. Hinga sesi perdagangan ditutup, indeks DJIA melorot 0,41% untuk berakhr di 24.474,12, sementara indeks S&P 500 merosot 0,78% untuk terhenti di 2.948,51, dan indeks Nasdaq yang menurun 0,97% untuk singgah di 9.248,88.