Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendapatkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) sebagai badan hukum partai politik.

Surat keputusan tersebut berhasil didapatkan setelah satu setengah bulan Partai Gelora Indonesia menjalani proses verifikasi administratif dan faktual sebagai parpol. Partai Gelora Indonesia mulai mendaftarkan diri ke Kemenkumham pada 31 Maret 2020.

"Alhamdulillah, di tengah suasana 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini, kami mendapatkan kabar dari Pak Menteri Yasonna H. Laoly bahwa SK Menkumham untuk Partai Gelora sudah ditandatangani," kata Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik dalam keterangan persnya.

"Insya Allah setelah lebaran, akan dilakukan seremoni penyerahan SK dari Menkumham kepada Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, M. Anis Matta. Mohon doanya," lanjutnya.

Dikatakan, Partai Gelora ingin meraih suara dari kalangan kanan tengah dan tak membatasi diri pada politik Islam. Mahfudz Siddiq mengatakan perjuangan umat Islam hanya satu bagian dari tujuan besar Gelora mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan baru dunia.

"Kita tidak mau hanya membatasi diri pada suatu segmen tertentu, tapi kita ingin di-nisbat-kan sebagai partai milik rakyat Indonesia. Maka asasnya Pancasila, lalu nilai-nilai dasar, ada Islam, Nasionalisme, Demokrasi, dan kesejahteraan," katanya.

Ditegaskan, Partai Gelora akan berbeda dengan partai-partai Islam yang sudah ada di parlemen. Sebab mereka akan mengusung politik Islam yang diintegrasikan dengan nasionalisme.

Mahfudz mengibaratkan politik Islam ada di ujung kanan. Sementara nasionalisme ada di tengah. Maka ideologi yang ditawarkan Gelora ada di antara keduanya.

"Kalau boleh disederhanakan, kalau politik Islam ada di kuadran kanan, lalu nasionalisme kuadran tengah, kira-kira pangsa pasar Gelora kita akan tarik dari kanan ke tengah. Jadi memang memosisikan partai yang bergerak dari kanan ke tengah, lalu menjadi suatu kekuatan tengah baru," paparnya.

"Visinya adalah bekerja, berjuang membawa Indoensia menjadi salah satu kekuatan dunia. Idenya tentang bangsa, tentang negara," lanjut dia.

Mahfudz berkata Gelora sedang berusaha menuntaskan pembentukan struktur hingga ke daerah. Mereka menargetkan lolos verifikasi peserta pemilu dan melenggang ke Senayan pada 2024.

"Tantangan besar Partai Gelora, orientasinya pasti akan ke sana ya, bagaimana lolos parliamentary treshold (ambang batas parlemen) di Pileg 2024," ucapnya.