Pemindahan Habib Bahar Bin Smith dari Lapas Klas II A Gunung Sindur ke Lapas Klas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Selasa (19/05/2020) malam, dilakukan tanpa sepengetahuan hingga membuat kecewa keluarga.

Kekecewaan pihak keluarga tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Menurut Fadli dirinya telah dihubungi istrinya yang mengaku tidak diberitahu pihak Kementerian Hukum dan HAM atas pemindahan Habib bahar.

"Barusan sy dpt telpon dr istri Habib Bahar bhw pemindahan tsb tdk diketahui keluarga maupun Tim Pengacara," ungkap Fadli Zon lewat twitternya @fadlizon pada Rabu (20/5/2020).

Tidak hanya itu, Fadli Zon juga mengungkapkan pihak keluarga Habib Bahar juga dipersulit ketika hendak menjenguk Habib Bahar di Lapas Gunung Sindur.

"Keluarga jg dipersulit ketika mau menjenguk di Lapas Gunung Sindur. Knp jd makin sewenang2 begini ? Apalagi ini bln Ramadhan jelang Idul Fitri," ungkap Fadli Zon.

Proses pemindahan dilakukan usai keluarga Habib Bahar pulang dan ratusan massa membubarkan diri. 

Menurut salah seorang rekan kerabat Habib Bahar, Ustaz Komar, massa dibubarkan sekitar pukul 22.00 WIB dan tidak menyaksikan ketika Habib Bahar keluar untuk dipindah ke Nusakambangan.

Massa sudah membubarkan diri karena tuntutan agar ibu dan istri serta pengacara bertemu dengan Habib Bahar sudah dipenuhi.

"Setelah bertemu (keluarga dan Habib Bahar) massa dibubarkan karena permintaan massa sudah dipenuhi. Setelah massa dan keluarga juga lawyer pulang, ada informasi habib dipindah," katanya.

Komar mengatakan, pihak keluarga, santri serta jemaah menyayangkan pihak Lapas yang tidak memberi kabar pemberitahuan mengenai pemindahan Habib Bahar ke Nusakambangan.

Saat ini, santri dan jemaah menunggu kabar dari pihak keluarga upaya yang dilakukan oleh pengacara.

"Mau bagaimana? Ke sana ada di tengah laut. Selanjutnya pengacara. Yang kami sayangkan pemindahan ini tanpa ada konfirmasi lebih dulu kepada pihak keluarga dan pihak lawyer," jelasnya.

Mewakili santri dan jemaah, Komar mengaku kecewa atas kejadian kemarin hingga memancing massa mendatangi Lapas. Sebab, umpama Komar, larangan keluarga menemui Habib Bahar melebihi narapidana korupsi negara triliunan rupiah.

Bahkan, kata dia, teroris yang ditahan di Gunung Sindur pun tidak dipersulit bertemu keluarganya. "Gunung Sindur, koruptor, teroris banyak di sana tetapi tidak begitu," ucapnya.