Baru dua minggu menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan, Kemenkumham, Inspektur Jenderal (Irjen) Reinhard Silitonga langsung beraksi. Yakni dengan menangkap dan menahan kembali Habib Bahar bin Smith yang sebelumnya dibebaskan dalam program asimilasi ‘corona’.

Diketahui, Jenderal Reinhard dilantik Menkumham Yasonna Laoly sebagai Dirjen Pemasyarakatan pada Senin (4/5/2020). Reinhard menggantikan Sri Puguh Budi Utami yang dimutasi menjadi Kepala Badan Diklat Kemenkumham.

Dalam pelantikannya, Menteri Yasonna menekankan, salah satu tugas Reinhard sebagai Dirjen Pemasyarakatan adalah membasmi masalah narkoba yang selama ini kerap terjadi di dalam Lapas dan Rutan. 

"Saya minta Saudara betul-betul memberikan perhatian yang sangat serius menangani narkoba, membersihkan lapas dari perbuatan-perbuatan tercela," kata Yasonna, saat memberikan sambutan. 

Dikatakan Yasonna, Reinhard tepat sebagai Dirjen Pemasyarakatan karena pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba di Polda Sumatera Utara dan Polda Jawa Tengah. 

"Mengapa saya menunjuk Saudara, karena Saudara bisa bekerja sama dengan cepat dengan Polri, dengan BNN, dan seluruh stakeholders terkait untuk mengatasi masalah-masalah narkoba," kata dia.

Yasonna berharap, latar belakang tersebut dapat memudahkan Reinhard bekerja sama dengan Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional dalam memberantas narkoba di dalam penjara. 

"Seperti saudara ketahui bahwa lapas dan rutan kita dihuni oleh 50 persen lebih kejahatan narkoba," ujar Yasonna. 

Selain masalah transaksi narkoba, Yasonna juga menugaskan Reinhard mengatasi masalah pungutan liar yang masih terjadi. 

Yasonna juga meminta Reinhard untuk melanjutkan program reintegrasi dan revitalisasi pemasyarakatan sebagaimana diatur dalam Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018. 

Reinhard bukan wajah baru di Kemenkumham. Pada 2019, dia menjabat sebagai Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Kemenkum HAM. Setelah tak lagi menjabat Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Kemenkumham, Reinhard Silitonga kembali lagi ke institusi Polri sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri.

Menurut Reinhard, Bahar Smith dipindah dari LP Gunung Sindur ke Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah lantaran  massa pendukungnya sudah membuat gangguan keamanan dan ketertiban di LP Gunung Sindur.

"Merujuk pada kondisi tersebut, Kalapas Khusus Gunung Sindur telah berkoordinasi dengan Kakanwil Jawa Barat, yang selanjutnya disetujui oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, untuk Habib Bahar Bin Smith ditempatkan sementara waktu di Lapas Klas I Batu Nusakambangan," kata Reynhard Silitonga kepada wartawan, Rabu (20/05/2020).

Alasan pemindahan untuk kepentingan keamanan, ketertiban dan pembinaan bagi Bahar. Gangguan keamanan dan ketertiban yang ditimbulkan oleh aksi massa simpatisan.

"Mencegah pelanggaran protokol COVID-19 yang ditimbulkan dari kerumunan massa simpatisan," ujar Reynhard.

Diketahui, Habib Bahar telah dipindahkan dari Lapas Khusus Gunung Sindur ke Lapas Klas I Batu Nusakambangan pada hari Selasa malam, tanggal 19 Mei 2020 dengan pengawalan Kepolisian dan jajaran Pemasyarakatan.

"Yang dalam pelaksanaannya yang bersangkutan diperlakukan dengan baik sesuai SOP," tegas Reynhard Silitonga.

Karir Moncer Reinhard Silitonga

Jenderal Reinhard Silitonga adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 8 September 1967 ini cukup gemilang di Kepolisian. Karirnya mulai moncer setelah menjabat sebagai Kasat Serse Polres Cianjur, Kasat Serse Polres Bogor, Kapolsek Metro Cilandak, Kapolsek Metro Gambir, Kapolsek Metro Taman Sari, Kasubbag Jarlat, dan Kapolres Tapanuli Tengah.

Pada 2009, dia menjabat sebagai Kapolres Hulu Sungai Utara. Setahun kemudian diangkat menjadi Wadir Reskrimsus Polda Metro Jaya. Di tahun berikutnya, 2011, dia menjabat Kapolres Metro Bandara Soekarno Hatta.

Sejak 2011 hingga 2016, Reinhard kemudian menduduki posisi Dirreskrimum Polda NTB, Dirrekrimsus Polda Lampung, Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri, Dirresnarkoba Polda Sumut, Dirresnarkoba Polda Jateng, dan Kabagbanhatkum Divkum Polri.

Kemudian di tahun 2018 dia menjadi Irbidjemen SDM II Itwil V Itwasum Polri, sebelum akhirnya menjabat Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Kemenkumham.