Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ecotourism Perhutani Divisi Regional Jabar dan Banten mengikuti web seminar “From Zero to Hero” (Covid-19 dan Resiliensi Industri Pariwisata), Rabu (13/5). Kegiatan ini digelar secara online di lokasi kerja masing-masing sebagai upaya penerapan  physical distancing.

Dr. A.H. Galih Kusumah. MM selaku Kaprodi Magister Pariwisata UPI, sekaligus moderator dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa webinar tersebut dilaksanakan dalam rangka membahas strategi bisnis wisata yang ada di Kab. Bandung di tengah pandemi covid-19.

General Manager KBM Ecotourism, Agus Mashudi dalam paparannya menyatakan pandemi covid-19 dampaknya sangat terasa bagi dunia pariwisata. Untuk itu, KBM Ecotourism Perhutani sudah membuat strategi inisiatif berupa rencana aksi.

“Adapun strategi inisiatif berupa rencana aksi itu terbagi dalam 3 tahapan yaitu tanggap darurat, pemulihan dan normalisasi. Dalam tahap pemulihan, KBM Ecotourism mempersiapkan strategi inisiatif promo penjualan untuk mendongkrak minat kunjungan wisata pasca covid-19,” terangnya

Acara yang digagas Program Studi Magister Pariwisata UPI dan Disparbud Kabupaten Bandung ini menghadirkan juga sejumlah pelaku, pegiat dan pemangku kebijakan industri wisata di Kabupaten Bandung lainnya seperti Ketua Paguyuban Armada Wisata Bandung Selatan Aan Tirta R, Ketua Himpunan Pramuwisata Indoneasia DPC Kabupaten Bandung Asep Tantan Jauhari, Direktur Grand Sunshine Resort & Covention Sudharman Shetty, Ketua PHRI PBC Kabupaten Bandung, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bandung Usman Sayogi.

Asep Tantan Jauhari memprediksi usaha pariwisata akan bangkit pasca covid-19. Bahkan wisatawan yang datang ke Kabupaten Bandung mungkin akan ‘membeludak’. Sebab, selama 2 bulan harus menjalankan protokol “di rumah aja”.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Promosi dan Ekraf  Disparbud Kabupaten Bandung Vena Andriawan menyatakan pihaknya sudah membuat strategi terkait kemungkinan banyaknya wisatawan yang datang ke lokasi wisata Kabupaten Bandung pasca covid-19, seperti melakukan pendataan sejauh mana masing-masing lokasi memiliki kapasitas kunjungan dan strategi lainnya.