Presiden Jokowi kembali menggelar rapat virtual bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju membahas percepatan penanganan COVID-19, Senin (11/5). Dalam rapat itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendapat tugas khusus.

Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media Massa Kastorius Sinaga menjelaskan, tugas dari Jokowi untuk jenderal polisi itu adalah turun tangan membantu percepatan penanganan COVID-19.

"Presiden menugaskan Mendagri Tito Karnavian untuk mendukung penuh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Letjen TNI Doni Monardo," kata Kastorius dalam keterangan tertulisnya.

"Khusus untuk membantu melandaikan kurva penularan COVID-19 di daerah-daerah seluruh Indonesia," tambahnya.

Namun Kastorius tidak merinci arahan lebih lanjut yang diberikan oleh Jokowi kepada Tito. Menurutnya, Jokowi tidak ingin ekonomi terhenti karena virus corona.

"Upaya pelandaian kurva tersebut dilakukan lewat berbagai upaya utamanya penerapan protokol PSBB dengan disiplin yang ketat," ucap dia.

"Presiden mengharapkan sektor ekonomi tidak berhenti karena, bila kegiatan ekonomi berhenti, akan menimbulkan virus lain, yaitu ‘virus PHK’ (Pemutusan Hubungan Kerja)," tambahnya.

Selain itu, meski sejumlah daerah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga kini kurva penyebaran virus corona masih belum turun. Akan tetapi, jumlah kasus baru semakin menurun sejak adanya PSBB.

"Meski grafik kasus COVID-19 di Indonesia belum menurun, namun penerapan PSBB telah berhasil menurunkan jumlah angka kasus baru secara signifikan. Karenanya upaya melandaikan kurva COVID-19 mendapatkan momentum baik saat ini," tutur dia.