Waketum Gerindra Fadli Zon kembali mengkritik keras pemerintahan Jokowi. Kali ini yang menjadi sasaran tembaknya adalah Menko PMK Muhadjir Effendy. Oleh Fadli, Muhadjir bahkan disebut sebagai menteri yang baru saja bangun tidur.

Komentar Fadli bermula ketika Muhadjir kembali mengomentari soal polemik lockdown yang pernah diusulkan Pemprov DKI Jakarta, Maret lalu. Saat itu, Presiden Jokowi menolak usulan Pemprov Jakarta dan memilih opsi PSBB.

Anehnya, Muhadjir kembali mengungkit polemik itu setelah dua bulan berlalu. Sementara saat isu tersebut bergulir, Muhadjir diketahui tak banyak berkomentar.

Fadli berpandangan, Muhadjir seharusnya bicara sejak dulu saat usulan itu pertama kali dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ini menteri seperti baru bangun tidur dan komentarnya salah waktu dan salah sasaran. Tak berguna," kata Fadli dalam akun Twitternya, Jumat (8/5/2020). 

Fadli menjelaskan komentar Muhadjir telat 1,5 bulan. Pasalnya diskusi soal karantina wilayah ini dimulai pada Maret 2020.

Diketahui, dalam sebuah diskusi, Muhadjir mengatakan ia heran dengan usulan karantina wilayah dari berbagai pihak. Opsi itu, kata dia, memiliki risiko yang panjang termasuk pada perekonomian.

Menurut Muhadjir bila lockdown diterapkan maka pemerintah harus menanggung seluruh biaya hidup masyarakat hingga hewan peliharaan. Ia pun menyebut hal konyol jika DKI Jakarta menerapkan kebijakan itu.

"Jadi kalau kami me-lockdown DKI, saudara bayangkan karantina wilayah DKI itu ada 9 juta penduduk DKI yang ditanggung makannya oleh pemerintah, kucing dan anjing juga ditanggung oleh pemerintah. Itu, kan, usulan paling konyol, tidak mungkin kami melakukan," ujarnya kemarin.

Karena itu, kata Muhadjir, pemerintah pusat memilih menerapkan PSBB. Lewat PSBB, pemerintah bisa melakukan pengetatan atau melakukan pelonggaran jika Covid-19 mulai mereda.