Polemik perbedaan mudik dan pulang kampung kembali mengemuka. Hal itu terjadi ketika Komisi V DPR mempertanyakan perbedaan kedua kata itu kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja virtual membahas mudik Lebaran 2020, Rabu (6/5/2020).

Salah satunya adalah Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz dari Fraksi PKB yang mempertanyakan apa bedanya pulang kampung dan mudik dalam pengawasannya di lapangan.

"Ada perbedaan pandangan mudik dan pulang kampung. Ini perlu dijelaskan penanganan di lapangannya bagaimana," kata Neng.

Tak mau kalah, anggota DPR Fraksi PPP Nurhayati Monoarfa mengatakan punya definisi sendiri antara dua kata tersebut. Mudik dilakukan sengaja untuk bertemu keluarga saja, sedangkan pulang kampung adalah orang yang tak kuat lagi hidup di kota maka harus pulang.

"Ini memang harus dijelaskan pemerintah, kalau definisi saya, pulang kampung adalah orang yang kesulitan di kota besar lalu pulang ke rumah karena nggak tahu harus ngapain lagi di kota," jelas Nurhayati. Kalau mudik adalah orang yang memang ingin ketemu saja sama sanak saudara," katanya.

Mendapat ‘serangan’ itu, Budi Karya menjawab tegas. Bahwa mudik dan pulang kampung mempunyai pengertian yang sama saja alias tidak ada bedanya. Namun, Menhub meminta agar polemik tersebut jangan lagi diperdebatkan. 

"Mudik dan pulang kampung ini sama saja dan sebangun. Jangan buat itu dikotomi, jadi nggak perbedaan. Berulang kali Pak Presiden dalam sidang kabinet tegaskan jangan pulang kampung, jangan mudik," kata Budi Karya.

"Jangan menginterpretasikan satu bahasa dengan bahasa lain sehingga membahasakan orang bisa pulang,” tambah Budi.