Ada peristiwa menarik ketika Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjenguk sejumlah pasien COVID-19 di RS Martha Friska Medan, Selasa (5/5). Beberapa pasien yang masih menunggu hasil swab PCR diminta push up untuk mengecek kondisi fisik mereka.

“Saya melihat mereka dan saya buktikan bahwa mereka sehat semua. Sehat dan ada yang saya suruh push up. Semua bisa mereka lakukan, ‘saya sehat pak’, 'saya sudah sehat'," ujar Edy menirukan ucapan pasien.

Saat kunjungan itu, Edy tidak bertatap muka langsung dengan pasien. Orang nomor satu Sumut itu berkomunikasi melalui sambungan telepon dan melihat kondisi pasien menggunakan CCTV.

Namun, ia tidak menjelaskan berapa jumlah pasien yang dilihatnya sehat. Berdasarkan data yang dimiliki Edy, pasien corona yang berada di RS Martha Friska Medan rata-rata sudah dirawat lebih dari 14 hari.

Edy seperti diberitakan kumparan.com menyebut mereka belum pulang karena masih menunggu hasil swab, untuk memastikan apakah mereka terinfeksi virus corona.

“(Kesehatan) mereka sudah stabil. Tetapi (masih) menunggu swab. Mereka negatif sampai sekarang," ungkap Edy.

Ia pun mengapresiasi kinerja petugas medis yang berjuang secara maksimal mengangani pasien COVID-19. Hal itu menurutnya menampik isu tenaga medis tidak melayani pasien dengan baik.

"Saya lihat sendiri, dia (petugas medis), masuk ke ruangan menangani pasien begitu setia. Mereka sama pasien pasien kita ini. Saya tanya langsung tanya ke pasien, bagaimana perawatannya? 'Bagus sekali Pak'," ujar Edy.

“Saya senang (mendengarnya) saya bukan memuji-muji mereka, saya paling sulit memuji orang, tapi ini real demi tuhan saya buktikan," tambahnya.

Ulah Edy banyak mengundang banyak komentar di media sosial. Soalnya, sikap eksentrik Edy membuat bingung warganet ketawa atau menangis.